Menyiapkan Pemimpin Masa Depan: Peran Kegiatan Gereja dan Sekolah Katolik Yogyakarta dalam Membentuk Jiwa Pelayanan dan Kepemimpinan
Menyiapkan Pemimpin Masa Depan: Peran Kegiatan Gereja dan Sekolah Katolik Yogyakarta dalam Membentuk Jiwa Pelayanan dan Kepemimpinan May 26, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Pendahuluan: Mencetak Pemimpin Berkarakter untuk Indonesia Emas Di tengah dinamika global dan tantangan zaman yang semakin kompleks, Indonesia membutuhkan generasi pemimpin masa depan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara karakter, memiliki integritas tinggi, dan yang terpenting, berjiwa melayani. Pertanyaannya, di mana bibit-bibit pemimpin seperti ini dapat disemai dan ditumbuhkembangkan? Sekolah Katolik dan komunitas Gereja di Yogyakarta, dengan tradisi pendidikan dan pembinaan yang kuat, hadir sebagai mitra strategis bagi orang tua dalam menjawab tantangan ini. Melalui berbagai program dan keterlibatan aktif, siswa tidak hanya dipersiapkan secara akademis, tetapi juga ditempa untuk menjadi pribadi yang siap memimpin dengan hati dan melayani dengan kasih. Laboratorium Kepemimpinan di Sekolah Katolik Yogyakarta Sekolah Katolik di Yogyakarta menyediakan beragam arena bagi siswa untuk mengasah bakat kepemimpinan mereka sejak dini, dalam lingkungan yang suportif dan membimbing: Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS): Arena Belajar Berdemokrasi dan Mengelola Keterlibatan dalam OSIS adalah salah satu pelatihan kepemimpinan paling konkret. Mulai dari proses pemilihan yang demokratis, penyusunan program kerja, pengelolaan anggaran, hingga pelaksanaan berbagai kegiatan sekolah, siswa belajar mengambil inisiatif, membuat keputusan, bekerja dalam tim, memimpin rapat, dan mempertanggungjawabkan amanah. Mereka belajar bagaimana menggerakkan teman-teman untuk mencapai tujuan bersama. Tanggung Jawab Skala Kecil, Dampak Besar: Ketua Kelas dan Koordinator Kegiatan Peran sebagai ketua kelas, ketua kelompok belajar, atau koordinator kegiatan mungkin terlihat sederhana, namun ini adalah kesempatan awal bagi siswa untuk belajar bertanggung jawab atas sekelompok orang, mengatur, mendelegasikan tugas, dan menjadi penghubung antara teman-teman dengan guru atau pihak sekolah. Ini adalah fondasi penting untuk peran kepemimpinan yang lebih besar. Kepanitiaan Acara Sekolah: Sekolah Manajemen Proyek dan Problem Solving Setiap acara sekolah, mulai dari perayaan hari besar, pentas seni, hingga kegiatan sosial, membutuhkan kepanitiaan. Terlibat sebagai panitia mengajarkan siswa tentang manajemen proyek, mulai dari perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, hingga evaluasi. Mereka juga dihadapkan pada berbagai tantangan tak terduga yang mengasah kemampuan problem solving dan kreativitas dalam mencari solusi. Program Mentoring dan Leadership Camp: Mempercepat Pertumbuhan Jiwa Pemimpin Beberapa sekolah Katolik di Yogyakarta juga menyelenggarakan program mentoring khusus atau leadership camp yang dirancang untuk mengidentifikasi dan mengembangkan potensi kepemimpinan siswa secara lebih intensif. Melalui sesi-sesi pelatihan, simulasi, dan bimbingan dari para ahli atau alumni yang sukses, siswa mendapatkan wawasan dan keterampilan kepemimpinan yang lebih mendalam. Menumbuhkan Jiwa Pelayanan: Akar Kepemimpinan Sejati di Gereja Kepemimpinan dalam perspektif Katolik tidak dapat dipisahkan dari jiwa pelayanan (servant leadership). Komunitas Gereja menjadi tempat ideal untuk menumbuhkan semangat ini: Proaktif dalam Kelompok Kategorial: Melayani dari Lingkup Terdekat Keterlibatan aktif dalam kelompok kategorial Gereja seperti menjadi koordinator Misdinar, pengurus inti Orang Muda Katolik (OMK), atau bahkan ketua lingkungan remaja, melatih siswa untuk bertanggung jawab atas komunitasnya. Mereka belajar mengorganisir kegiatan rohani dan sosial, memotivasi anggota lain, dan menjadi teladan dalam pelayanan. Terlibat dalam Kepanitiaan Hari Besar Gerejawi: Mengelola Perayaan Iman Komunitas Mirip dengan di sekolah, kepanitiaan hari besar Gerejawi (Natal, Paskah, hari ulang tahun paroki) memberikan pengalaman berharga dalam mengelola acara berskala lebih besar yang melibatkan berbagai lapisan umat. Siswa belajar berkoordinasi dengan orang dewasa, mengatur logistik perayaan, dan memastikan kelancaran ibadat serta kegiatan pendukungnya. Inisiatif Pelayanan Sosial: Mengasah Empati dan Kepedulian Nyata Gereja mendorong umatnya untuk peduli pada sesama. Siswa dapat mengambil inisiatif, baik secara individu maupun kelompok, untuk melakukan aksi sosial sederhana seperti mengumpulkan dana untuk korban bencana, mengunjungi panti asuhan atau jompo, atau membantu teman yang kesulitan. Tindakan-tindakan ini menumbuhkan kepekaan sosial dan semangat memberi yang tulus. Nilai-Nilai Inti Kepemimpinan yang Ditanamkan Melalui sinergi kegiatan di sekolah dan Gereja, siswa di sekolah Katolik Yogyakarta dibekali dengan nilai-nilai kepemimpinan yang fundamental: Servant Leadership (Pemimpin yang Melayani): Meneladani Yesus Kristus yang datang untuk melayani, bukan untuk dilayani. Fokus utama adalah kesejahteraan bersama dan pemberdayaan orang lain. Tanggung Jawab dan Akuntabilitas: Memahami bahwa setiap peran dan keputusan membawa konsekuensi, serta berani mempertanggungjawabkannya. Empati dan Kepedulian Sosial: Kemampuan untuk merasakan dan memahami perspektif orang lain, serta tergerak untuk membantu mereka yang membutuhkan. Komunikasi Efektif dan Kolaborasi: Mampu menyampaikan gagasan dengan jelas, mendengarkan dengan baik, dan bekerja sama secara harmonis dengan berbagai pihak. Pengambilan Keputusan Berbasis Moral dan Etika Kristiani: Menggunakan hati nurani yang diterangi iman dan ajaran Gereja sebagai landasan dalam setiap tindakan dan keputusan. Sekolah Katolik Yogyakarta: Kawah Candradimuka Pemimpin Masa Depan Sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta, dengan lingkungan pendidikannya yang khas, benar-benar berfungsi sebagai “kawah candradimuka” – tempat penempaan calon-calon pemimpin bangsa dan Gereja. Atmosfer yang suportif, penuh kepercayaan, dan kaya akan kesempatan memungkinkan potensi setiap siswa untuk berkembang secara optimal. Pembinaan yang berkelanjutan dari para pendidik, rohaniwan, bruder, dan suster yang berdedikasi, serta inspirasi dari teladan para alumni yang telah berkiprah di berbagai bidang, menjadi modal berharga bagi siswa. Yogyakarta sendiri, sebagai kota pelajar yang dinamis dan berbudaya, turut memberikan konteks yang kondusif bagi pembentukan karakter pemimpin. Investasi Pendidikan untuk Pemimpin yang Berdampak Mendidik anak di sekolah Katolik Yogyakarta bukan sekadar investasi untuk kecerdasan akademis, tetapi merupakan investasi holistik untuk masa depan mereka sebagai pemimpin yang berkarakter, berintegritas, dan berjiwa melayani. Dengan fondasi iman yang kuat dan keterampilan kepemimpinan yang terasah, mereka akan siap untuk memberikan kontribusi positif yang signifikan, baik bagi Gereja, masyarakat, bangsa, maupun dunia. Pilihlah sekolah yang tidak hanya mencetak siswa berprestasi, tetapi juga membentuk pemimpin sejati. Temukan informasi lebih lanjut mengenai sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta yang berkomitmen pada pembentukan kepemimpinan melalui ceritakasih.net. Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net
Tak Hanya Bernyanyi, Anak TK Ini Unjuk Bakat Musik di Gereja – Lihat Apa Kata Romo!
Tak Hanya Bernyanyi, Anak TK Ini Unjuk Bakat Musik di Gereja – Lihat Apa Kata Romo! May 26, 2025 Aksi Pelayanan Koor dari Siswa TK Indriyasana III Mlati Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Suasana penuh sukacita terasa di Gereja Katolik Santu Petrus, Warak, saat anak-anak dari TK Indriyasana III Mlati tampil dalam kegiatan pelayanan koor misa Hari Minggu, yang bertepatan dengan Hari Minggu Paskah ke-6. Kehadiran mereka membawa nuansa keceriaan dan semangat pelayanan yang menginspirasi seluruh umat yang hadir. Anak-anak menyanyikan lagu-lagu rohani dengan penuh semangat dan wajah ceria. Suara mereka yang polos dan tulus menjadi pengantar pujian yang menghangatkan suasana misa. Dalam momen tersebut, dua murid dipercaya sebagai pemazmur, membacakan mazmur dengan keberanian dan penghayatan yang mengesankan. Persembahan Musik Angklung dari Siswa TK Indriyasana III Mlati Setelah perayaan ekaristi selesai, para siswa juga menampilkan permainan angklung yang mendapat sambutan hangat dari umat. Irama khas angklung yang dimainkan dengan apik menjadi penutup acara yang indah, sekaligus memperlihatkan sisi lain dari talenta anak-anak TK Indriyasana III Mlati. Dalam sambutannya, Romo menyampaikan apresiasi mendalam atas pelayanan dan penampilan anak-anak. Beliau juga berharap bahwa melalui kegiatan seperti ini, masyarakat semakin mengenal TK Indriyasana III Mlati dan banyak orang tua terdorong untuk menyekolahkan anak-anak mereka di sana. “Semoga penampilan hari ini bisa membawa lebih banyak anak ke TK ini, sehingga kuota yang ditargetkan bisa tercapai,” tutur Romo dengan penuh harap. Foto Bersama TK Indriyasana III Mlati Tak hanya pelayanan, unjuk bakat anak-anak juga dipuji oleh Romo, yang menilai bahwa keberanian mereka tampil di depan umum merupakan hasil pendidikan karakter yang baik sejak usia dini. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pendidikan di TK Indriyasana III Mlati tak hanya berfokus pada akademik, tetapi juga mengasah keberanian, kepercayaan diri, serta semangat melayani. Sebuah pengalaman berharga yang akan terus tumbuh dalam diri anak-anak, bahkan setelah mereka meninggalkan bangku TK. Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net
Serunya Jadi Anak Katolik! Mengintip Kegiatan Keagamaan yang Menyenangkan di Sekolah dan Gereja Yogyakarta
Serunya Jadi Anak Katolik! Mengintip Kegiatan Keagamaan yang Menyenangkan di Sekolah dan Gereja Yogyakarta May 23, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Siapa bilang jadi anak Katolik itu kegiatannya cuma berdoa dan ke gereja yang serius-serius aja? Eits, jangan salah! Justru, menjadi anak Katolik, apalagi di kota sekreatif Yogyakarta, itu penuh dengan petualangan iman yang seru dan nggak terlupakan. Sekolah dan Gereja Katolik di Jogja punya segudang cara asyik untuk membuat kita makin cinta sama Tuhan Yesus dan sesama, sambil tetap bisa ketawa, main, dan berkarya bareng teman-teman. Penasaran? Yuk, kita intip bareng-bareng keseruannya! Keseruan Berganda di Sekolah Katolik Yogyakarta: Belajar Iman Sambil Happy! Sekolah Katolik di Yogyakarta bukan cuma tempat belajar Matematika atau Bahasa Inggris, tapi juga tempat di mana iman kita bisa bertumbuh dengan cara yang super menyenangkan: Rayakan Hari Besar Gereja? Pasti Kreatif dan Heboh! Lupakan perayaan yang monoton! Di sekolah Katolik, hari-hari besar Gereja jadi momen paling ditunggu: Paskah: Bukan cuma Misa, tapi ada juga drama visualisasi Kisah Sengsara dan Kebangkitan Yesus yang bikin merinding sekaligus terharu, lomba menghias telur Paskah dengan warna-warni ceria, sampai perburuan telur Paskah yang seru bareng teman-sekelas! Natal: Siap-siap terpukau dengan pentas seni Natal yang menampilkan bakat-bakat terpendam (nyanyi, nari, drama), acara tukar kado yang penuh kejutan, dan dekorasi Natal kreatif hasil karya siswa. Bulan Kitab Suci Nasional (BKSN): Bulan ini jadi ajang unjuk gigi! Ada lomba cerdas cermat Alkitab yang menguji pengetahuan kita, lomba membuat poster atau komik Alkitab, lomba menyanyikan lagu rohani, sampai drama singkat berdasarkan kisah-kisah Alkitab. Dijamin seru dan bikin kita makin kenal isi Kitab Suci! Outing Rohani & Ziarah Bareng Teman: Jalan-Jalan Sambil Beriman! Siapa yang nggak suka jalan-jalan? Sekolah Katolik sering banget mengadakan outing rohani atau ziarah ke tempat-tempat keren di sekitar Yogyakarta dan sekitarnya, seperti Gua Maria Sendangsono, Gua Maria Kerep Ambarawa, atau candi-candi yang punya nilai sejarah. Selain berdoa dan merenung, kita juga bisa menikmati keindahan alam, belajar sejarah, dan pastinya, makin akrab sama teman-teman seangkatan. Foto-foto? Wajib! Live-In: Rasakan Langsung Iman di Tengah Masyarakat! Beberapa sekolah punya program “live-in” di mana kita diajak untuk tinggal beberapa hari di sebuah lingkungan atau paroki, biasanya di daerah pedesaan. Kita bakal merasakan langsung kehidupan umat di sana, ikut kegiatan mereka, belajar tentang kesederhanaan, dan pastinya, iman kita jadi makin “membumi”. Pengalaman ini nggak bakal terlupakan, deh! Musik Rohani Itu Keren! Nge-Band Rohani di Sekolah? Bisa Banget! Suka musik? Di sekolah Katolik, kita bisa menyalurkan bakat musik lewat grup band rohani sekolah atau paduan suara yang membawakan lagu-lagu rohani dengan aransemen modern dan asyik. Nggak jarang, grup musik sekolah ini tampil di acara-acara sekolah, Misa, atau bahkan kompetisi. Jadi, selain memuji Tuhan, kita juga bisa tampil keren! Aktivitas Gereja Paroki yang Nggak Kalah Seru: Iman Itu Bertumbuh Bersama! Keseruan nggak berhenti di sekolah, lho! Gereja-gereja paroki di Yogyakarta juga punya banyak kegiatan seru buat anak-anak dan remaja: Bina Iman Anak (BIA) & Bina Iman Remaja (BIR): Belajar Iman Itu Fun! Lupakan katekese yang membosankan! Sekarang, BIA (buat anak SD) dan BIR (buat anak SMP-SMA) dikemas super interaktif. Ada games seru, lagu-lagu rohani yang nge-beat, cerita Alkitab yang dikemas menarik, diskusi kelompok yang asyik, sampai nonton film bareng. Kakak-kakak pembimbingnya juga gaul-gaul, jadi kita merasa nyaman buat bertanya dan berbagi. Camping Rohani & Outbound OMK/BIR: Petualangan Iman di Alam Terbuka! Buat yang suka tantangan dan alam, camping rohani atau outbound yang diadakan OMK (Orang Muda Katolik) atau BIR wajib dicoba! Bayangkan serunya main flying fox, rafting, atau trekking bareng teman-teman seiman, sambil diselingi sesi renungan, Misa di alam terbuka, dan api unggun yang hangat. Dijamin, iman makin kuat, persahabatan makin erat! Jadi Bagian dari Koor Anak/Remaja: Suara Emas untuk Tuhan! Punya suara bagus atau suka nyanyi? Gabung aja di paduan suara anak atau remaja di parokimu! Selain bisa menyalurkan bakat, kita juga ikut memeriahkan Misa dan bikin suasana ibadah jadi makin indah. Rasanya bangga banget bisa melayani Tuhan lewat suara kita bareng teman-teman. Pentas Seni & Malam Keakraban: Unjuk Bakat dan Makin Akrab! OMK atau kelompok remaja Katolik di paroki sering banget mengadakan pentas seni (pensi) atau malam keakraban (makrab). Ini kesempatan emas buat kita yang punya bakat nyanyi, nari, main musik, drama, atau stand-up comedy buat tampil di depan teman-teman. Selain itu, acara ini juga bikin kita makin kenal dan akrab satu sama lain. Belajar Sambil Bermain, Bertumbuh dalam Iman: Manfaatnya Luar Biasa! Mungkin ada yang bertanya, “Kalau kegiatannya seru-seru gitu, apa masih bisa belajar iman dengan benar?” Jawabannya, tentu saja! Justru, melalui kegiatan yang menyenangkan dan melibatkan partisipasi aktif kita, ajaran iman jadi lebih mudah diterima, diingat, dan yang paling penting, dihayati. Kita jadi nggak merasa terpaksa, tapi malah antusias buat belajar lebih banyak. Manfaatnya? Banyak banget! Iman kita jadi makin hidup dan personal, kita punya komunitas teman seiman yang solid dan suportif, dan pastinya, kita punya banyak kenangan indah dan berharga selama masa sekolah dan remaja. Sekolah dan Gereja Katolik Yogyakarta: Tempat Imanmu Bertumbuh dengan Gembira! Yogyakarta, dengan suasana kota pelajar yang dinamis dan masyarakatnya yang ramah, menjadi tempat yang ideal bagi imanmu untuk bertumbuh dengan gembira. Sekolah-sekolah Katolik dan Gereja-gereja di sini benar-benar berusaha menciptakan suasana yang ramah anak dan remaja. Para guru, pastor, bruder, suster, dan kakak-kakak pembina juga asyik-asyik dan siap mendengarkan serta membimbing kita. Jangan Ragu, Keseruan Iman Menantimu! Jadi, buat kamu para calon siswa atau yang lagi cari-cari sekolah, jangan pernah berpikir bahwa kehidupan sebagai anak Katolik itu membosankan. Di sekolah dan Gereja Katolik Yogyakarta, kamu akan menemukan bahwa iman itu bisa dirayakan dengan penuh sukacita, kreativitas, dan kebersamaan. Pengalaman ini akan menjadi bekal berharga untuk masa depanmu. Yuk, cari tahu lebih
Dari Misa hingga Aksi Nyata: Bagaimana Kegiatan Gereja Memperkaya Pendidikan di Sekolah Katolik Yogyakarta
Dari Misa hingga Aksi Nyata: Bagaimana Kegiatan Gereja Memperkaya Pendidikan di Sekolah Katolik Yogyakarta May 23, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Sebagai orang tua, Anda tentu menginginkan pendidikan terbaik bagi putra-putri Anda – pendidikan yang tidak hanya mencerdaskan akal budi, tetapi juga membentuk hati nurani dan memperdalam iman. Dalam tradisi Katolik, Gereja memegang peran sentral sebagai “Mater et Magistra,” Ibu dan Guru, yang membimbing umatnya dalam perjalanan iman. Sekolah Katolik hadir sebagai perpanjangan tangan Gereja, sebuah mitra dalam misi mulia ini. Namun, bagaimana sebenarnya kegiatan-kegiatan di Gereja lokal, di paroki Anda, dapat secara nyata memperkaya dan melengkapi pendidikan yang diterima anak-anak di sekolah Katolik Yogyakarta? Jawabannya terletak pada pengalaman iman yang hidup dan partisipasi aktif dalam komunitas Gereja. Perayaan Liturgi: Puncak Pembelajaran Iman dan Sumber Kekuatan Rohani Liturgi, khususnya Perayaan Ekaristi, adalah jantung kehidupan Gereja Katolik dan merupakan sumber serta puncak seluruh kehidupan Kristiani. Keterlibatan anak-anak dalam liturgi memberikan fondasi iman yang tak ternilai: Misa Kudus (Mingguan dan Hari Raya): Lebih dari Sekadar Kewajiban Mengikuti Misa Kudus setiap Minggu dan pada hari-hari raya yang diwajibkan bukan hanya soal memenuhi perintah Gereja. Ini adalah kesempatan emas bagi anak-anak untuk: Mendengarkan Sabda Tuhan: Melalui bacaan-bacaan Kitab Suci dan homili, mereka belajar tentang kasih Allah, ajaran Yesus, dan bagaimana menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Berpartisipasi Aktif: Menyanyikan lagu pujian, menjawab seruan imam, dan berdoa bersama membangun rasa memiliki terhadap komunitas iman. Menerima Komuni Kudus: Bagi yang sudah menerima Komuni Pertama, menyambut Tubuh Kristus adalah momen persatuan mendalam dengan Yesus, memberikan kekuatan rohani dan rahmat. Keteraturan dalam mengikuti Misa membentuk disiplin rohani dan pemahaman bahwa iman adalah bagian integral dari kehidupan, bukan sekadar tambahan. Perayaan Sakramen Lainnya: Tonggak Penting dalam Perjalanan Iman Selain Ekaristi, keterlibatan dalam sakramen-sakramen lain sangat penting: Sakramen Tobat (Pengakuan Dosa): Mengajarkan kerendahan hati, kesadaran akan dosa, dan indahnya pengampunan serta belas kasih Allah. Ini adalah latihan penting untuk refleksi diri dan pertumbuhan moral. Sakramen Krisma (Penguatan): Bagi remaja, penerimaan Sakramen Krisma menandai kedewasaan iman, di mana mereka dikuatkan oleh Roh Kudus untuk menjadi saksi Kristus yang berani. Proses persiapannya (katekese Krisma) juga merupakan pembinaan iman yang intensif. Ibadat Tematik dan Devosi: Memperkaya Kehidupan Doa Gereja juga kaya akan berbagai ibadat dan devosi yang memperdalam iman: Jalan Salib (Selama Masa Prapaskah): Merenungkan sengsara dan wafat Yesus, menumbuhkan rasa syukur atas pengorbanan-Nya dan semangat untuk memikul salib kehidupan. Doa Rosario (Khususnya Selama Bulan Maria – Mei & Oktober): Devosi kepada Bunda Maria ini mengajarkan ketekunan dalam doa dan permenungan misteri-misteri kehidupan Yesus. Adorasi Sakramen Mahakudus: Memberikan waktu hening untuk berdoa secara pribadi di hadapan Sakramen Mahakudus, membangun keintiman dengan Yesus. Keterlibatan dalam ibadat-ibadat ini mengajarkan anak-anak berbagai cara berdoa dan mengungkapkan iman mereka. Pembinaan Iman di Luar Liturgi: Menumbuhkan Iman dalam Keseharian Pembentukan iman tidak hanya terjadi di dalam gedung gereja saat perayaan liturgi. Paroki-paroki di Yogyakarta umumnya menyediakan berbagai wadah pembinaan iman yang berkelanjutan: Katekese Berjenjang (BIA, BIR, Katekumen): Fondasi Pengetahuan Iman Bina Iman Anak (BIA): Untuk anak-anak usia SD, BIA disajikan dengan cara yang menarik dan interaktif (cerita, lagu, permainan) untuk mengenalkan dasar-dasar iman Katolik. Bina Iman Remaja (BIR): Bagi remaja SMP dan SMA, BIR membahas isu-isu iman yang lebih relevan dengan usia mereka, mendorong diskusi dan refleksi. Katekese Sakramen: Persiapan khusus untuk Komuni Pertama, Pengakuan Dosa Pertama, dan Krisma. Proses katekese ini membantu anak memahami apa yang mereka imani dan mengapa mereka mengimaninya. Kelompok Kategorial: Komunitas untuk Bertumbuh dan Melayani Keterlibatan dalam kelompok kategorial di paroki memungkinkan siswa untuk mempraktikkan iman mereka dalam komunitas dan pelayanan: Misdinar (Putra Altar): Melayani altar, melatih kedisiplinan, tanggung jawab, dan kecintaan pada liturgi. Lektor dan Pemazmur: Mewartakan Sabda Tuhan, melatih keberanian dan kemampuan berbicara di depan umum. Paduan Suara (Koor Anak/Remaja): Memuji Tuhan melalui suara, membangun kerjasama dan keindahan liturgi. Orang Muda Katolik (OMK): Wadah bagi remaja dan pemuda untuk bersekutu, bertumbuh dalam iman, dan melakukan berbagai kegiatan positif, termasuk pelayanan sosial. Ziarah Rohani: Belajar dari Sejarah dan Tempat Suci Banyak paroki atau kelompok kategorial di Yogyakarta yang mengadakan ziarah ke tempat-tempat rohani, baik di dalam maupun di luar Yogyakarta (misalnya Sendangsono, Gua Maria Kerep Ambarawa, atau bahkan ke Roma dan Tanah Suci bagi yang berkesempatan). Ziarah membuka wawasan, memperkaya pengalaman iman, dan menghubungkan mereka dengan sejarah Gereja serta teladan para kudus. Kegiatan Sosial Karitatif Gereja: Iman yang Berbuah dalam Tindakan Kasih Yesus mengajarkan bahwa iman sejati harus diwujudkan dalam kasih kepada sesama. Gereja menyediakan banyak kesempatan bagi anak-anak untuk belajar dan mempraktikkan kasih ini: Aksi Puasa Pembangunan (APP) dan Aksi Natal: Setiap tahun selama Masa Prapaskah (APP) dan Masa Adven (Aksi Natal), umat diajak untuk beramal, berpuasa, dan berpantang. Anak-anak dapat dilibatkan dalam pengumpulan dana atau barang yang akan disalurkan kepada mereka yang membutuhkan. Ini mengajarkan semangat berbagi, solidaritas, dan kepekaan terhadap penderitaan sesama. Keterlibatan dalam Pelayanan di Paroki: Banyak paroki memiliki program kunjungan ke umat yang sakit atau lansia, pelayanan bagi kaum difabel, atau kegiatan sosial lainnya. Mengajak anak-anak dan remaja untuk terlibat (sesuai usia dan kemampuan mereka) akan menumbuhkan empati, welas asih, dan kerelaan melayani tanpa pamrih. Mereka belajar bahwa menjadi Katolik berarti peduli dan bertindak. Sinergi Sekolah Katolik Yogyakarta dan Kegiatan Gereja Sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta secara aktif mendukung dan mendorong partisipasi siswa dalam kehidupan menggereja. Bagaimana sinergi ini terwujud? Dorongan dan Fasilitasi: Sekolah seringkali memberikan informasi tentang kegiatan paroki, mendorong siswa untuk aktif, dan kadang-kadang mengintegrasikan kegiatan Gereja (seperti rekoleksi paroki atau Misa OMK) dalam agenda sekolah. Refleksi dan Pembelajaran: Pengalaman-pengalaman yang diperoleh siswa di Gereja (misalnya saat retret paroki atau terlibat dalam bakti sosial) dapat menjadi bahan refleksi dan diskusi yang berharga dalam pelajaran agama atau sesi pembinaan karakter di
Bongkar Strategi Promosi! Kolaborasi Inovatif Bangun Sekolah Katolik
Bongkar Strategi Promosi! Kolaborasi Inovatif Bangun Sekolah Katolik May 23, 2025 Foto Bersama Yayasan 12 Cahaya Kasih dan Delapan Sekolah Mitra Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Dalam upaya memperkuat eksistensi dan daya saing sekolah Katolik di era digital, Program Studi Teknik Industri dan Ilmu Komunikasi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menggelar talkshow bertajuk “Sinergi Berkelanjutan: Membangun Komunitas Sekolah Katolik Melalui ‘Cerita Kasih’”. Kegiatan ini merupakan bagian dari Kuliah Umum Mata Kuliah Masyarakat Digital yang berlangsung di Auditorium Lantai 4, Gedung Bonaventura. Acara ini menghadirkan narasumber dari berbagai institusi pendidikan Katolik: Y. Bruri Kriswanto, S.Pd. – Kepala Sekolah SD Kanisius Demangan Baru Benedicta Purwati I K, S.T. – Kepala Sekolah TK Indriyasana Baciro Drs. Ign. Agus Putranto, M.Si. – Kepala Kantor Kerjasama & Promosi UAJY Anis Vitriyanti – Humas SMA Stella Duce Bambanglipuro Ketua Yayasan 12 Cahaya Kasih (Henricus YP, kanan) bersama dengan Perwakilan Sekolah Mitra Tantangan Promosi dan Jumlah Siswa Dalam diskusi, Anis Vitriyanti menyoroti bahwa promosi digital memiliki jangkauan yang lebih luas dibandingkan promosi offline. “Kami tetap melakukan promosi offline ke SMP terdekat, namun kendalanya, sekolah-sekolah negeri biasanya hanya memiliki sedikit siswa Katolik,” jelasnya. Selain itu, ia mengungkapkan bahwa jumlah siswa cenderung meningkat setelah pengumuman sekolah negeri keluar, karena SMA Stella Duce sering menjadi pilihan kedua. Y. Bruri Kriswanto turut membagikan realita yang dihadapi di tingkat SD. “Kuota kami 28 siswa per kelas, namun rata-rata hanya terisi 23 siswa. Masih banyak kursi kosong,” katanya. Untuk mengatasinya, sekolah mengembangkan strategi promosi digital melalui WhatsApp dan Instagram, membuat konten video edukatif, serta aktif mengunjungi TK-TK sekitar. Ia juga menegaskan pentingnya promosi dari mulut ke mulut yang masih menjadi kekuatan di komunitas lokal. Kolaborasi Lintas Disiplin: Teknik & Komunikasi Talkshow ini juga menjadi bukti nyata sinergi antar program studi di UAJY. Sedjiwa Creative Agency sebagai mahasiswa – mahasiswa Ilmu Komunikasi turut berperan dalam produksi konten digital untuk mendukung branding sekolah-sekolah Katolik yang bermitra dengan Cerita Kasih. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri berkontribusi dalam menciptakan efisiensi sistem dan strategi pengelolaan berbasis data. Kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan strategi promosi, tapi juga membentuk model kemitraan edukatif antara kampus dan masyarakat. Cerita Kasih: Gerakan Digital Penuh ArtiSemua inisiatif ini merupakan bagian dari platform Cerita Kasih – sebuah gerakan digital yang diinisiasi oleh Yayasan Duabelas Cahaya Kasih (Y12). Cerita Kasih hadir untuk memperkuat sekolah-sekolah Katolik melalui pendekatan kolaboratif, digitalisasi, dan pemberdayaan komunitas. Cerita Kasih mengangkat kisah inspiratif dari para pendidik, siswa, hingga alumni sekolah Katolik di Indonesia. Selain itu, platform ini juga menjadi wadah dokumentasi program, media kolaborasi antar sekolah, serta kanal promosi yang digerakkan secara kreatif dan strategis. Dengan semangat kasih dan kolaborasi lintas disiplin, Cerita Kasih dan para mitranya percaya bahwa pendidikan Katolik dapat terus bertumbuh dan menjawab tantangan zaman. Kolaborasi Lintas Disiplin: Teknik & Komunikasi Talkshow ini juga menjadi bukti nyata sinergi antar program studi di UAJY. Sedjiwa Creative Agency sebagai mahasiswa – mahasiswa Ilmu Komunikasi turut berperan dalam produksi konten digital untuk mendukung branding sekolah-sekolah Katolik yang bermitra dengan Cerita Kasih. Sementara itu, mahasiswa Teknik Industri berkontribusi dalam menciptakan efisiensi sistem dan strategi pengelolaan berbasis data. Kolaborasi ini bukan hanya menghasilkan strategi promosi, tapi juga membentuk model kemitraan edukatif antara kampus dan masyarakat. Cerita Kasih: Gerakan Digital Penuh Arti Semua inisiatif ini merupakan bagian dari platform Cerita Kasih – sebuah gerakan digital yang diinisiasi oleh Yayasan Duabelas Cahaya Kasih (Y12). Cerita Kasih hadir untuk memperkuat sekolah-sekolah Katolik melalui pendekatan kolaboratif, digitalisasi, dan pemberdayaan komunitas. Cerita Kasih mengangkat kisah inspiratif dari para pendidik, siswa, hingga alumni sekolah Katolik di Indonesia. Selain itu, platform ini juga menjadi wadah dokumentasi program, media kolaborasi antar sekolah, serta kanal promosi yang digerakkan secara kreatif dan strategis. Dengan semangat kasih dan kolaborasi lintas disiplin, Cerita Kasih dan para mitranya percaya bahwa pendidikan Katolik dapat terus bertumbuh dan menjawab tantangan zaman. Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net
Resmi! Yayasan 12 Cahaya Kasih Tandatangani MoU Kolaborasi Pendidikan dengan 8 Sekolah Mitra
Resmi! Yayasan 12 Cahaya Kasih Tandatangani MoU Kolaborasi Pendidikan dengan 8 Sekolah Mitra May 23, 2025 Foto Bersama Penantanganan Mou antara Yayasan 12 Cahaya Kasih dan 8 Sekolah Mitra Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Dalam semangat kolaborasi untuk memajukan dunia pendidikan, Yayasan 12 Cahaya Kasih secara resmi melaksanakan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan perwakilan dari delapan sekolah mitra. Penandatanganan ini dilaksanakan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Atma Jaya Yogyakarta dan menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antar lembaga demi terselenggaranya berbagai kegiatan edukatif dan pengembangan karakter yang terencana dan berkelanjutan. MoU ini dimaksudkan untuk menyepakati berbagai bentuk kerja sama kegiatan antara Yayasan 12 Cahaya Kasih dengan masing-masing sekolah mitra. Kesepakatan ini akan menjadi dasar pelaksanaan program-program kolaboratif yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga penguatan nilai-nilai karakter, kreativitas, serta keterlibatan sosial di lingkungan sekolah. Adapun kedelapan sekolah yang menjadi mitra dalam kesepakatan ini terdiri dari jenjang TK hingga SMA, yaitu: TK Indriyasana Pugeran TK Indriyasana Baciro TK Indriyasana Utama Kotagede TK Indriyasana Maria Assumpta Kumetiran SD Kanisius Demangan Baru 1 SMA StellaDuce Bambanglipuro TK Indriyasana III Mlati TK Indriyasana Tegalrejo Penandatanganan MoU antara Yayasan 12 Cahaya Kasih dan Sekolah Mitra Kegiatan penandatanganan berlangsung secara seremonial dan dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, kepala sekolah, serta para saksi. Momen ini tidak hanya menjadi bentuk legalitas kerja sama, tetapi juga simbol komitmen bersama dalam memberikan pendidikan yang bermakna dan berdampak bagi peserta didik. Salah satu sorotan dalam acara ini adalah sesi presentasi dari Sedjiwa Creative Agency, yang telah menjadi mitra dalam dokumentasi dan publikasi kegiatan sekolah. Sedjiwa memaparkan berbagai hasil liputan dari program-program yang telah berlangsung di delapan sekolah mitra. Konten-konten visual yang mereka hasilkan telah berhasil membangun citra positif sekolah-sekolah tersebut di mata publik, terbukti dari meningkatnya jumlah views, likes, dan interaksi di media sosial. Melalui pendekatan media kreatif, Sedjiwa menunjukkan bahwa dokumentasi bukan hanya sekadar arsip, tetapi juga alat strategis untuk membangun awareness dan memperkuat posisi sekolah dalam masyarakat digital saat ini. Kolaborasi ini juga mendukung misi Yayasan 12 Cahaya Kasih dalam memperluas jangkauan nilai dan karya pendidikan yang mereka kembangkan. Henricus Yulianto selaku Ketua Yayasan 12 Cahaya Kasih dalam sambutannya menyatakan bahwa kerja sama ini bukan hanya administratif, tetapi juga bentuk nyata dari semangat berbagi, mendampingi, dan bertumbuh bersama. Ia menegaskan bahwa pendidikan yang baik lahir dari kemitraan yang kuat, saling percaya, dan terbuka terhadap inovasi. Dengan ditandatanganinya MoU ini, seluruh pihak berharap hubungan kemitraan dapat terus berkembang dan memberi manfaat tidak hanya bagi sekolah dan yayasan, tetapi juga masyarakat luas sebagai penerima dampak jangka panjang dari pendidikan yang berkualitas. Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net
TK Indriyasana Pugeran
TK INDRIYASANA PUGERAN May 26, 2025 Tentang Sekolah TK INDRIYASANA PUGERAN merupakan salah satu sekolah jenjang TK berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta. TK INDRIYASANA PUGERAN didirikan pada tanggal 1 Januari 1970 dengan Nomor SK Pendirian yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Sekolah TK INDRIYASANA PUGERAN saat ini adalah Surtiningsih. Operator yang bertanggung jawab adalah Triwahyu Ningsih. Dengan adanya keberadaan TK INDRIYASANA PUGERAN, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Mantrijeron, Kota Yogyakarta. Akreditasi Sekolah Sekolah ini telah terakreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi 202/BAN PAUD DAN PNF/AKR/2019 pada tanggal 6 Desember 2019. Visi Sekolah Terwujudnya anak didik yang beriman kristiani, cerdas, mandiri dan berkebhinnekaan global Misi Sekolah Untuk mewujudkan visi tersebut maka misi TK Indriyasana Pugeran adalah: Menyiapkan lingkungan belajar yang menumbuhkan keimanan sesuai nilai nilai Kristiani. Menyiapkan lingkungan belajar yang dapat mendorong anak untuk berlatih daya pikir dan bersikap kritis, kreatif serta inovatif. Menyiapkan lingkungan belajar dan membiasakan anak bersikap serta bertindak mandiri sesuai dengan tingkatan usianya. Menyiapkan lingkungan pembelajaran yang menumbuhkan sikap menghargai perbedaan/keberagaman dan menanamkan sikap bekerjasama dalam perbedaan Sejarah Sekolah TK Indriyasana Pugeran bernaung di bawah Yayasan Dharma Ibu Yogyakarta, yang mana pembentukan yayasan ini diprakarsai oleh organisasi WKRI (Wanita Katolik Republik Indonesia). Pada tahun 1957 WKRI Pugeran membuat TK yang diberi nama “TK Regina 1”, fasilitas ruang 1 kelas dengan jumlah siswa didik sebanyak 25 anak. Adapun guru yang mengampu yakni, bu Jilah, bu Tin, bu Sri, dan bu Isbandiyah. Pada tahun yang sama, TK Regina 1 resmi mendapat pengesahan dan diakui oleh Pemerintah Kota Yogyakarta. Pada tanggal 3 September 1960 nama TK Regina 1 diganti nama TK Indriyasana Pugeran. Guru yang mengampu pada waktu itu adalah bu L.Sadilah dan bu Yogiarti. Pada tahun 1976 ruang kelas bertambah menjadi 2 ruang dengan jumlah siswa didik 70 anak. Nama Pengurus TK yaitu : bu Sukoco dan bu Giyarti. Guru yang mengampu, yaitu bu L. Sadilah, bu C. Suwardinah, bu Sumitri, bu Retno Handayani dan bu Yuningsih. Pada tahun 2002 ruang kelas bertambah menjadi 3 ruang dengan jumlah siswa didik 74 anak. Guru yang mengampu yakni, bu C. Suwardinah, bu RV. Keswani, bu YK. Daliyah, bu Yuningsih, dan bu E.Siti Rahayu. Pada tahun 2018/ 2019 semester 2 Tahun Ajaran 2017/ 2018 (Januari 2018) sampai dengan akhir tahun 2018 (Desember 2018) Kegiatan Belajar Mengajar dipindahkan ke lingkungan Gedung SD Kanisius Pugeran (meminjam ruangan) karena adanya renovasi gedung panti paroki Gereja Pugeran berakhir pada bulan Desember 2018. Sehingga semester 2 Tahun Ajaran 2018/ 2019, KBM kembali dilaksanakan di lingkungan TK (Gereja Pugeran) sampai sekarang. Sekarang tahun pelajaran 2024-2025 jumlah siswa 47 dengan 4 guru dan 1 Kepala Sekolah serta 1 Karyawan. Guru dan Kepala Sekolah serta karyawan TK Indriyasana Pugeran berpendidikan S 1 yang merupakan guru yayasan maupun guru berstatus Pegawai Negeri yang diperbantukan. Kegiatan Pembelajaran Sekolah Pembelajaran mulai dari jam 07,30 WIB sampai 10.30 WIB. Pembelajaran di TK Indriyasana Pugeran mengutamakan pembentukkan karakter anak dan mengembangakan 6 aspek perkembangan dengan pembelajaran intrakurikuler, ko kurikuler serta ekstrakurikuler. Untuk mengembangkan minat dan bakat anak didik, TK Indriyasana mengadakan kegiatan ekstrakurikuler berupa Bina Vokalia, Drumband, Seni tari, Seni lukis, Bahasa Inggris dan Sempoa. Pembelajaran dilaksanakan di ruang kelaas berjumlah 4 dan lingkungan sekolah yang merupakan satu kesatuan dengan Gereja Hati Kudus Yesus Pugeran. TK Indriyasana Pugeran sangat didukung dan bekerjasama dengan Gereja baik oleh Romo romo paroki maupun Dewan Paroki serta umat di lingkungan gereja. Selain pembelajaran di lingkungan sekolah, pendidikan di TK Indriyasana Pugeran juga mengajak anak anak belajar dengan lingkungan di luar sekolah dengan adanya outing class seperti kunjungan ke museum, outbond, kunjungan ke pemadam kebakaran, upacara di Taman Makam Pahlawan, dll Pendidikan di TK Indriyasana Pugeran secara holistik intergratif dengan dengan pemeriksaan DDTK tiap tahun, pemeriksaaan gigi tiap 6 bulan sekali, penimbangan dan pengukuran berat badan dan tinggi badan secara teratur tiap bulan serta adanya kegiatan parenting untuk orang tua yang bekerjasama dengan Puskesmas maupun ahli ahli di bidang psikologi. Fasilitas Sekolah Selasar Beato Acustis Ruang UKS Ruang Kepala Sekolah dan Tata Usaha Dapur Kegiatan Sekolah Berdinamika Bersama Pemadam Kebakaran Berdinamika Bersama Pemadam Kebakaran Berdinamika Bersama Pemadam Kebakaran Berdinamika Bersama Pemadam Kebakaran Berdoa Bersama Berdoa Bersama Open House Foto Bersama Penghargaan Sekolah Lomba Drumband Tingkat TK-SD se DIY Jawa Tengah Band Brother #5 di SKE Sleman, 25 Mei 2025. Juara 1 Umum Juara 1 CG Juara 1 Paramanandi Juara analisa musik kelasmen pemula ( 10 team drum band ) Award The Best Costum Mei 2025 Juara III Colour Guard Klasemen Pemula B Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY Boom Brothers Official Marching Band GOR Pangukan Yogyakarta Mei 2025 Juara III Paramanandi Klasemen Pemula B Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY Boom Brothers Official Marching Band GOR Pangukan Yogyakarta Mei 2025 Juara II Klasemen Pemula B Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY Boom Brothers Official Marching Band GOR Pangukan Yogyakarta Februari 2025 Juara III Dance Competition Kategori TK dalam rangka HUT SD Kanisius Wirobrajan Yogyakarta Oktober 2024 Juara Harapan I Lomba Mewarnai Tingkat B dalam rangka HUT RRI di Demangan Yogyakarta Mei 2024 Juara II Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY GOR Pangukan Sleman Mei 2024 Juara I Gitapati Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY GOR Pangukan Sleman Mei 2024 Juara I Paramanandi Lomba Drumband Tingkat TK Se DIY GOR Pangukan Sleman April 2024 Juara II Lomba Drumband Devisi Pemula B TK Band of The Brothers #4 di Sindu Kusuma Edupark Yogyakarta Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Lokasi Sekolah Ikuti Sosial Media Kami! Instagram Facebook Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net
TK Indriyasana Tegalrejo
TK INDRIYASANA TEGALREJO May 26, 2025 Tentang Sekolah TK INDRIYASANA merupakan salah satu sekolah jenjang TK berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Jetis, Kota Yogyakarta, D.I. Yogyakarta. TK INDRIYASANA didirikan pada tanggal 1 Januari 1970 dengan Nomor SK Pendirian yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Sekolah TK INDRIYASANA saat ini adalah Chatarina Suparningsih. Operator yang bertanggung jawab adalah A. Risma Pratiwi,s. Pd. Aud. Dengan adanya keberadaan TK INDRIYASANA, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Jetis, Kota Yogyakarta. Akreditasi Sekolah Sekolah ini telah terakreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi 056/BAN PAUD DAN PNF/AKR/2018 pada tanggal 1 Januari 1970. Visi Sekolah Terwujudnya anak yang beriman, berkarakter, cerdas, kreatif dan cinta lingkungan serta menjadi pelajar berlandaskan pada Profil Pelajar Pancasila. Misi Sekolah Melatih doa dan ibadat sesuai dengan ciri khas sekolah Mengembangkan karakter anak yang positif Melatih kecerdasan sesuai dengan umur anak Mengembangkan potensi yang dimiliki anak Mendampingi anak peduli terhadap lingkungan hidup Mendidik anak menjadi Pelajar Pancasila Sejarah Sekolah Taman Kanak-kanak (TK) Indriyasana Jetis Yogyakarta berdiri pada tanggal 15 November 1967, menempati salah satu ruang/gedung milik Gereja St. Albertus Agung Jetis Yogyakarta, Jl. A.M. Sangaji No. 20 Yogyakarta. Pada awalnya Romo Mangunwijoyo (Romo Paroki Santo Albertus Agung Jetis Yogyakarta) mengumpulkan anak-anak yang berada di wilayah Paroki. Karena semakin hari semakin banyak, untuk melakukan kegiatan Romo menggunakan salah satu ruang/gedung yang sekarang ini untuk TK, yang mana ruang atau peralatannya seadanya dan sangat sederhana. Romo memberikan buku-buku sebagai oleh-oleh yang sudah diterjemahkan untuk melakukan kegiatan anak-anak. Karena kesibukan Romo maka selanjutnya anak-anak tersebut diserahkan kepada Suster yang dibantu Ibu Siswa (November 1967 – Juni 1974). Sehubungan dengan kepindahan Suster dan Ibu Siswa yang diterima bekerja di Yayasan Tarakanita, Bumijo, Yogyakarta maka oleh Romo Mangunwijoyo pengelolaan TK tersebut diserahkan kepada WKRI Ranting Jetis, Ibu GS. Waluyojati (yang juga sebagai Ketua DPD WKRI Prop. DIY), dengan guru Ibu M. B. Sukartiyah (01 Juli 1974 – 10 Juli 1980). Hal ini dikarenakan WKRI mempunyai wadah yang berperan membidangi pendidikan anak-anak tingkat taman kanak-kanak se-DIY yaitu Yayasan Dharma Ibu yang dipimpin Ibu Kastowo. Yayasan ini berperan membimbing dan membina serta memberikan konsultasi tentang sekolah taman kanak-kanak (yang bersifat non material yaitu tidak memberikan biaya/dana/uang atau materi lainnya). Taman Kanak-Kanak yang bernaung dibawah Yayasan Dharma Ibu diberi nama Taman Kanak-Kanak Indriyasana, oleh karena itu TK Jetis yang telah bergabung dibawah Yayasan Dharma Ibu disebut TK. Indriyasana, Jetis. Mengenai gedung sejak berdiri hingga sekarang TK Indriyasana Jetis masih menempati gedung milik Gereja Santo Albertus Agung Jetis, Yogyakarta secara gratis / tidak menyewa. Berkat bantuan Romo, Dewan Paroki, Orang tua murid, Orang tua Alumni murid, Donatur WKRI ranting Jetis, gedung tersebut beberapa kali diperbaiki/direnovasi, antara lain: Oleh Romo Kiswono (Alm) dibuatkan 2 jendela yaitu disebelah Utara dan Selatan agar sinar dan udara bisa masuk dan sehat. Oleh Romo Murdi, dibuatkan dapur untuk TK disebelah Selatan dan diberi ijin menggunakan Aula untuk kegiatan TK/Guru. Oleh Romo Suyatno dan Romo Martoyo (Alm), dibuatkan tempat bermain untuk anak diluar kelas agar tidak kena panas dan hujan. Oleh Romo Ch. Sutrasno dibuatkan 2 jendela disebelah Timur, wastafel didalam ruangan dan mengganti lantai gedung TK dan cat tembok gedung TK serta diberi ijin untuk menggunakan satu ruangan lagi untuk Kelas TK Besar. Dengan demikian keberadaan TK Indriyasana Jetis Yogyakarta ini berkat bantuan dan uluran tangan serta peran serta berbagai pihak. Juga kami bersyukur karena Umat di Paroki Santo Albertus Agung, Jetis mempercayakan putra-putrinya untuk dididik di TK. Indriyasana Jetis, Yogyakarta.Dari tahun ke tahun TK Indriyasana Jetis berkembang dengan baik.Sekarang ini TK Indriyasana Jetis Yogyakarta mempunyai 2 orang guru yang terdiri dari seorang Guru DPK dan seorang lagi Guru Honorer, dengan jumlah murid 36 anak, yang terdiri dari 16 anak TK Kecil dan 20 anak TK Besar. Selanjutnya gedung TK ini diluar jam sekolah juga untuk kegiatan gereja, antara lain untuk pelajaran agama, rapat, pelayanan kesehatan, dll yang biasanya dilakukan pada sore hari atau pada hari libur sekolah. Ditahun 2017 TK Indriyasana berpindah lokasi ke JL Trimargo No 3 B Yogyakarta dikarena dalam waktu dekat Gereja akan direnovasi. TK Indriyasana terakreditasi B dengan sebutan baik pada tanggal 15 Agustus 2018 dengan nomor PAUD/TK/3471/0062/08/2018. Dikarenakan wilayah geografis TK berada di Kemantren Tegalrejo, maka TK Indriyasana berproses pindah Kemantren dan di tahun 2022 turun Ijin Operasional dengan nomor SK 000000000000000230037 dengan rekomendasi dari Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga nomor 400.3.22/8599, Tertanggal 23 Oktober 2023. Sampai saat ini ( 2025 ) murid TK Indriyasana berjumlah 15 anak. Fasilitas Sekolah Ruang Kelas Tempat Bermain Ruang UKS Ruang Tamu – Lobby Kebun Toilet Dapur Aula Sekolah Kegiatan Sekolah Foto Bersama Berdoa Bersama Jual beli Belajar Menjadi Pedagang Belajar Bersama Kakak dari UAJ Persiapan Berbagi Kasih Mengamati Buah Pepaya Menari Goyang Upin-Ipin Kerja Bakti di Lingkungan Sekolah HUT Kota Jogja Bersama Chaki Ziarah ke Candi HKTY Ganjuran COOKING CLASS PIZZA HUT 2 (TK INDIRYASANA III) Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Lokasi Sekolah Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net
TK Indriyasana 3 Mlati
TK INDRIYASANA III MLATI May 30, 2025 Tentang Sekolah TK INDRIYASANA III merupakan salah satu sekolah jenjang TK berstatus Swasta yang berada di wilayah Kec. Mlati, Kab. Sleman, D.I. Yogyakarta. TK INDRIYASANA III didirikan pada tanggal 27 Oktober 1987 dengan Nomor SK Pendirian 0350/I13/H/KPTS/1987 yang berada dalam naungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Kepala Sekolah TK INDRIYASANA III saat ini adalah Yustina Kurnia Sapti. Operator yang bertanggung jawab adalah Theresia Tumini. Dengan adanya keberadaan TK INDRIYASANA III, diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam mencerdaskan anak bangsa di wilayah Kec. Mlati, Kab. Sleman. Akreditasi Sekolah Sekolah ini telah terakreditasi B dengan Nomor SK Akreditasi 091/BAN PAUD DAN PNF/AKR/2018 pada tanggal 1 Januari 1970. Visi Sekolah Mewujudkan anak yang beriman, berkarakter, sehat jasmani dan rohani, kreatif, semangat dan berbudaya. Misi Sekolah Melatih doa dan ibadat sesuai dengan ciri khas sekolah kristiani Mengembangkan karakter anak yang positif : Jujur, mandiri, disiplin dan bertanggung jawab Melatih kecerdasan sesuai dengan usia anak Membangun pembiasaan perilaku hidup bersih dan memperhatikan kesehatan dengan UKS Melatih anak untuk peduli dan toleransi Menumbuhkan proses pembelajaran yang aktif, kreatif, inovatif dan meneyenangkan. Melatih anak untuk mencintai budaya daerah. Sejarah Sekolah Taman Kanak-Kanak Indriyasana III didirikan pada tanggal 18 Agustus tahun 1984 dibawah naungan Yayasan Dharma Ibu Yogyakarta. Yayasan Dharma Ibu adalah yayasan yang didirikan oleh Wanita Katholik Republik Indonesia (WKRI). Pada awal berdirinya TK Indriyasana III bernama TK Indriyasana Plaosan, karena saat itu letak geografisnya berada di Wilayah Plaosan. Ibu-ibu WKRI Wilayah Plaosan merasa prihatin melihat banyak anak usia 4-6 tahun yang berkumpul dan bermain tanpa ada aktivitas pembelajaran. Kemudian atas prakarsa Ibu Yustina Murtowati/Hadi Sugito, Ibu Theresia Sri Rahayuni, ibu Dwijo Saptono, ibu Kasiyat,Ibu Atik,Ibu Purwadi,Ibu Tris siat didirikanlah taman kanak-kanak. Dan beliau ibu-ibu tersebut sebagai pengurus TK Indriyasana III atas ijin Ibu WKRI Kecamatan Mlati. Tugas beliau mengumpulkan anak anak yang berada di dusun Plaosan, dusun sanggarahan dan dusun Bolawen, serta mencari guru pembimbing yaitu ibu Endah, ibu Erni Sulastri, ibu Sri Margo Utami yang diberi tugas untuk membimbing anak-anak dan mengelola kegiatan bermain anak sehingga lebih terprogram. Kegiatan awal dilaksanakan di rumah Bapak Joyo Sudarmo Sanggarahan dengan beralaskan tikar dan menggunakan alat permainan seadanya. Dalam perkembangannya TK Indriyasana mendapat bantuan mebelair dari seorang pemborong yang berjiwa Sosial yaitu bapak Urbanus yang bertempat tinggal di Plaosan. Batuan tersebut berupa meja kursi papan tulis dan almari. Untuk operasional dan honor guru, sekolah mendapat bantuan atau subsidi keuangan dari ibu Dwijo, beliau adalah ibu dari bapak Uranus. Setelah berjalan beberapa saat maka pengurus mengajukan ijin ke Dinas Kabupaten Sleman dan mendapatkan ijin Surat Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman Nomor 350/I13/H/Kpts/1987. Pada tahun 1986 ibu Endah pindah kerja karena diangkat menjadi PNS di SD, pengurus mengangkat ibu Yeti Murtiningsih untuk menggantikan ibu Endah. Pada Tahun 1987 TK Indriyasana III mendapat bantuan guru negeri /PNS yaitu ibu Theresia Tumini. Pada tahun 1990 beberapa guru diterima menjadi PNS di SD sehingga harus keluar dan guru yang masih bertahan adalah ibu Theresia Tumini. Untuk membantu ibu Theresia Tumini maka pengurus mencarikan guru untuk menggantikan guru yang sudah keluar yaitu Ibu Suwartini dan ibu Martini.Tetapi dalam perkembangannya kedua guru tersebut juga pindah ke tempat yang kerja yang baru atau lembaga lain yaitu ibu suwarti pindah ke Prambanan karena harus mengikuti suami sedangkan ibu Yustina Sumartini diangkat menjadi PNS di Sekolah Dasar. Pada tahun 2005 pengurus mengangkat guru untuk membantu ibu Theresia Tumini yaitu Ibu Suparmi yang pada tahun 2009 beliau diangkat menjadi guru PNS dan tetap ditempatkan di TK Indriyasana III. Dalam perkembangannya jumlah murid TK Indriyasana semakin banyak maka untuk memaksimalkan pelayanan pengurus mengangkat guru baru, pada tahun 2006 pengurus mengangkat ibu Yustina Kurnia Sapti yang saat ini menjabat sebagai Kepala Sekolah. Dan tahun 2011 mengangkat guru baru yaitu ibu E. Reny Prabadianawati dan Ibu Yuliana Ari Tri Astuti. Untuk memenuhi kebutuhan administrasi dan kebersihan, sekolah mengangkat tenaga administrasi yang bernama Theresia Juwita Purnama dan Y. Dwi Hartini sebagai tenaga kebersihan. Pada tahun 2016 sekolah mendapat guru tambahan dari Yayasan yaitu ibu cicilia Jati Rahayu. Karena adanya rotasi guru dari Yayasan maka pada bulan Juni 2018 Ibu Jati dipindah tugaskan Sebagai Kepala Sekolah di TK Indriasana Duwet dan Juni 2020 Ibu Reny dipindah tugaskan di TK Indriyasana Nyamplung dan menjabat sebagai Kepala Sekolah disana. Tahun 2021 Ibu Juwita dipindah tugaskan di TK Indriyasana Jering. Pada Januari 2024 sekolah kembali mengangkat guru baru yaitu ibu Fransiska Diah Prabawati sampai dengan saat ini. Fasilitas Sekolah Ruang Kelas Halaman / Tempat Bermain Indoor Dapur Toliet dan Fasilitas Kebersihan Ruang UKS Ruang Guru Kegiatan Sekolah KEGIATAN BERSAMA ROMO SEPUH (TK INDIRYASANA III) LOMBA HUT RI (TK INDIRYASANA III) LOMBA DRUMBAND (TK INDIRYASANA III) MENGISI ACARA NATALAN PEMDA SLEMAN (TK INDIRYASANA III) ZIARAH GANJURAN (TK INDIRYASANA III) COOKING CLASS PIZZA HUT 2 (TK INDIRYASANA III) DOA ROSARIO DI TAMAN DOA GEREJA ST PETRUS WARAK (TK INDIRYASANA III) FIELD TRIP DI MINI ZOO (TK INDIRYASANA III) Penghargaan Sekolah Juara 2 Paramanandi Drumband Tingkat TK Klasemen Mandiri di Purawisata Th 2025 Juara 2 lomba Drumband Tingkat TK Klasemen Mandiri B di Purawisata Th 2025 Juara Harapan 1 Lomba Tari Kreasi TK di Gardena tahun 2025 Juara 1 Lomba Tari Kategori TK dalam rangka HUT RI ke-79 di Ramai Mall Yogyakarta Juara 1 Colour Guard Tingkat TK Klasemen Pemula B di Purawisata Th 2024 Juara 2 lomba Drumband Tingkat TK Klasemen pemula B di Purawisata Th 2024 Juara 1 dan 2 Lomba Mewarnai dalam rangka Ulang tahun CU Dharma Bakti Tahun 2024 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Donasi Lokasi Sekolah Ikuti Sosial Media Kami! Instagram Facebook Kontak Cerita Kasih Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net
Lebih dari Sekadar Belajar: Menjelajahi Ragam Kegiatan Ekstrakurikuler Seru dan Bermakna di Sekolah Katolik Yogyakarta
Lebih dari Sekadar Belajar: Menjelajahi Ragam Kegiatan Ekstrakurikuler Seru dan Bermakna di Sekolah Katolik Yogyakarta May 22, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Baciro TK Indriyasana Pugeran SMA Stella Duce Bambanglipuro Kontak Beranda Tentang Kami Cerita Kami Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Maria Assumpta TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Baciro TK Indriyasana Pugeran SMA Stella Duce Bambanglipuro Kontak Donasi Pendahuluan: Sekolah Bukan Hanya Angka di Rapor Ketika memilih sekolah untuk buah hati, banyak orang tua fokus pada kualitas akademis. Tentu, itu penting! Namun, pendidikan sejati melampaui dinding kelas dan deretan angka di rapor. Masa-masa sekolah adalah periode emas untuk menggali potensi, menemukan minat, membangun karakter, dan belajar keterampilan hidup. Di sinilah peran kegiatan ekstrakurikuler menjadi sangat krusial. Sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta memahami betul hal ini, menawarkan segudang pilihan ekskul yang tidak hanya seru, tetapi juga sarat makna dan nilai. Mari kita jelajahi bersama! Mengasah Berlian: Ragam Ekstrakurikuler untuk Setiap Bakat dan Minat Sekolah Katolik di Yogyakarta percaya bahwa setiap anak dianugerahi talenta unik. Oleh karena itu, pilihan ekskul yang ditawarkan pun beragam, dirancang untuk menjadi wadah bagi siswa mengembangkan diri secara optimal: Arena Sang Juara (Olahraga): Bagi yang enerjik dan menyukai tantangan fisik, berbagai cabang olahraga siap menyambut. Mulai dari basket, futsal, voli, bulu tangkis, atletik, hingga bela diri seperti taekwondo atau karate. Di sini, siswa tidak hanya belajar teknik dan strategi untuk meraih kemenangan, tetapi yang lebih penting, mereka ditempa untuk memiliki jiwa sportif, disiplin tinggi, kemampuan bekerja dalam tim, dan gaya hidup sehat. Bayangkan semangat membara para siswa saat mendukung tim sekolahnya bertanding di kompetisi antar sekolah di Yogyakarta! Panggung Ekspresi Jiwa (Seni): Dunia seni membuka pintu bagi siswa untuk mengekspresikan kreativitas dan mengapresiasi keindahan. Musik: Dari paduan suara sekolah yang merdu melantunkan hymne hingga grup band modern yang menghentak panggung acara sekolah, ekskul musik selalu menjadi favorit. Ada pula ansambel musik tradisional atau modern yang mengasah kepekaan harmoni. Tari: Siswa dapat mempelajari tari tradisional Yogyakarta yang anggun dan sarat filosofi, seperti Gambyong atau Bedhaya (jika ada sekolah yang spesifik menawarkannya), maupun tari modern dan kontemporer yang dinamis. Ini bukan hanya tentang gerakan, tapi juga tentang melestarikan budaya dan menyampaikan cerita. Teater/Drama: Panggung adalah dunia tanpa batas! Melalui ekskul teater, siswa belajar akting, membangun kepercayaan diri berbicara di depan umum, memahami karakter, dan seringkali mementaskan cerita-cerita inspiratif, termasuk yang bertema religius atau moral. Seni Rupa: Kanvas, cat, tanah liat, dan berbagai media lain menjadi teman berkreasi di ekskul seni rupa. Siswa dibebaskan untuk melukis, menggambar, mematung, atau membuat kerajinan tangan, mengasah imajinasi dan keterampilan motorik halus mereka. Jendela Menuju Masa Depan (Sains dan Teknologi): Di era digital ini, penguasaan sains dan teknologi adalah kunci. Sekolah Katolik pun tak ketinggalan dengan ekskul seperti: Klub MIPA (Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam): Tempat bagi para calon ilmuwan untuk bereksperimen, memecahkan masalah, dan mengikuti berbagai olimpiade sains. Klub Robotik: Merakit dan memprogram robot? Tentu seru! Ekskul ini melatih logika, problem-solving, dan kerja sama tim. Karya Ilmiah Remaja (KIR): Siswa diajak untuk berpikir kritis, melakukan penelitian sederhana, dan menuangkannya dalam tulisan ilmiah. Merangkai Kata, Membuka Dunia (Bahasa dan Jurnalistik): Kemampuan berkomunikasi dan literasi sangatlah penting. Ekskul di bidang ini meliputi: Klub Bahasa Inggris (English Club): Mengasah kemampuan berbahasa Inggris melalui percakapan, debat, atau storytelling. Debat (Bahasa Indonesia/Inggris): Melatih kemampuan berargumentasi secara logis, kritis, dan persuasif. Jurnalistik Siswa: Terlibat dalam pembuatan majalah dinding (mading), buletin sekolah, atau bahkan mengelola media sosial sekolah, siswa belajar menulis berita, wawancara, fotografi, dan desain layout. Lebih dari Sekadar Aktivitas: Ekskul dengan Sentuhan Nilai Katolik Yang membedakan ekskul di sekolah Katolik adalah adanya penanaman nilai-nilai Kristiani yang terintegrasi di dalamnya: Pramuka/Kepanduan: Kegiatan Pramuka di sekolah Katolik tidak hanya mengajarkan keterampilan bertahan hidup dan cinta alam, tetapi juga menekankan Dasa Darma Pramuka yang selaras dengan ajaran kasih, pelayanan, kejujuran, dan tanggung jawab sebagai seorang Katolik.Palang Merah Remaja (PMR): Jiwa kemanusiaan dan semangat menolong sesama, yang merupakan inti ajaran Kristiani, diasah melalui pelatihan pertolongan pertama, simulasi penanganan bencana, dan kegiatan donor darah.Kelompok Doa Siswa atau Pendalaman Kitab Suci: Bagi siswa yang ingin memperdalam iman secara lebih personal dan dalam komunitas kecil, kelompok doa atau pendalaman Alkitab menjadi wadah yang tepat. Dalam suasana informal dan penuh persaudaraan, mereka bisa saling berbagi pengalaman iman dan bertumbuh bersama.Legio Mariae Junior atau Kelompok Kerasulan Serupa: Beberapa sekolah juga memiliki kelompok kerasulan seperti Legio Mariae Junior, di mana siswa diajak untuk berdoa bersama (khususnya doa Rosario) dan melakukan karya-karya kerasulan sederhana, seperti mengunjungi teman yang sakit atau membantu kegiatan Gereja.Manfaat Emas di Balik Keseruan Ekstrakurikuler Mengikuti ekstrakurikuler di sekolah Katolik Yogyakarta memberikan segudang manfaat bagi siswa: Pengembangan Bakat Terpendam: Menemukan dan mengasah potensi diri di luar bidang akademis.Pembelajaran Soft Skills: Melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, manajemen waktu, dan problem-solving. Memperluas Pergaulan Positif: Bertemu teman-teman dengan minat yang sama dari berbagai kelas dan tingkatan.Menyalurkan Energi Secara Positif dan Produktif: Mengisi waktu luang dengan kegiatan yang bermanfaat dan menyenangkan. Menerapkan Nilai-Nilai Luhur: Menginternalisasi nilai-nilai Katolik seperti kasih, pelayanan, disiplin, dan tanggung jawab dalam konteks non-akademis.Suasana Pembinaan yang Khas di Sekolah Katolik Yogyakarta Keunggulan ekskul di sekolah Katolik Yogyakarta juga terletak pada kualitas pembinaannya. Para guru, pelatih, dan mentor tidak hanya mentransfer keterampilan, tetapi juga berperan sebagai pendamping yang peduli pada perkembangan karakter setiap siswa. Mereka menanamkan semangat “Age Quod Agis” (Lakukanlah apa yang sedang engkau lakukan dengan sungguh-sungguh) dan “Serviam” (Saya mengabdi). Didukung dengan fasilitas yang memadai dan lingkungan yang suportif khas kota pelajar Yogyakarta, siswa merasa aman dan termotivasi untuk berkembang. Temukan Panggungmu di Sekolah Katolik Yogyakarta! Pendidikan di sekolah Katolik Yogyakarta adalah sebuah perjalanan yang utuh, di mana setiap siswa didorong untuk menjadi versi terbaik dari dirinya, baik di dalam maupun di luar kelas. Ragam kegiatan ekstrakurikuler yang seru dan bermakna ini adalah bukti nyata komitmen sekolah untuk mencetak generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berbakat, berkarakter, dan beriman. Jadi, bagi
