Kurikulum yang Tak Tertulis: Pelajaran Hidup Paling Berharga di Sekolah Katolik Yogyakarta

Kurikulum yang Tak Tertulis: Pelajaran Hidup Paling Berharga di Sekolah Katolik Yogyakarta June 16, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Donasi Saat orang tua meninjau sebuah sekolah, perhatian utama seringkali tertuju pada kurikulum formal: daftar mata pelajaran, buku teks yang digunakan, target akademis, dan jam belajar. Namun, di balik semua yang terstruktur dan tertulis itu, ada sebuah kurikulum lain yang jauh lebih kuat dalam membentuk pribadi seorang anak—sebuah “kurikulum yang tak tertulis”. Inilah serangkaian pelajaran hidup, nilai-nilai, dan kebiasaan yang dihirup dan dihayati siswa setiap hari melalui atmosfer, budaya, dan interaksi di lingkungan sekolah. Di sekolah-sekolah Katolik Yogyakarta, kurikulum tak tertulis ini secara sadar dibina dan seringkali menjadi warisan pendidikan yang paling berharga dan abadi. Apa Saja “Mata Pelajaran” dalam Kurikulum Tak Tertulis Ini? Kurikulum tak tertulis ini tidak memiliki buku paket atau ujian formal, namun “mata pelajarannya” diajarkan setiap saat, di setiap sudut sekolah. 1. Pelajaran tentang Integritas dalam Setiap Tindakan Di sekolah Katolik, kejujuran bukanlah sekadar nasihat, melainkan budaya. Ketika seorang siswa menemukan dompet yang terjatuh dan menyerahkannya kepada guru, ia belajar bahwa integritas lebih berharga daripada uang. Ketika seorang guru dengan tulus mengakui kesalahannya di depan kelas, siswa belajar tentang kerendahan hati dan pentingnya kebenaran. Budaya yang tidak mentolerir kecurangan saat ujian mengajarkan bahwa proses yang jujur jauh lebih penting daripada sekadar nilai tinggi. Inilah pelajaran integritas yang meresap, membentuk karakter yang dapat dipercaya. 2. Pelajaran tentang Welas Asih dan Solidaritas Welas asih (compassion) tidak diajarkan melalui rumus, tetapi dirasakan melalui pengalaman. Pelajaran ini hadir ketika siswa melihat gurunya dengan sabar mendampingi teman mereka yang kesulitan belajar. Ia tumbuh saat kakak kelas secara sukarela membimbing adik kelasnya. Ia menjadi nyata ketika seluruh komunitas sekolah—siswa, guru, dan orang tua—bersatu menggalang dana untuk membantu anggota sekolah yang sedang tertimpa musibah. Solidaritas menjadi sebuah tindakan, bukan lagi sekadar kata. 3. Pelajaran tentang Rasa Hormat dan Martabat Pribadi Bagaimana cara menghargai setiap orang sebagai pribadi yang luhur? Jawabannya ada dalam interaksi sehari-hari. Pelajaran ini diterima siswa ketika guru menyapa mereka dengan menyebut nama, bukan sekadar menunjuk. Ia dipelajari saat mereka dibimbing untuk mendengarkan pendapat teman yang berbeda tanpa mencela. Ia dirasakan ketika mereka melihat kepala sekolah menyapa petugas kebersihan dengan ramah dan penuh hormat. Di sekolah Katolik, setiap individu, apa pun perannya, diajarkan untuk dihargai martabatnya sebagai ciptaan Tuhan. 4. Pelajaran tentang Ketangguhan dan Harapan Dunia tidak selalu berjalan mulus. Pelajaran tentang ketangguhan (resilience) diajarkan ketika seorang siswa mendapat nilai buruk, namun guru tidak menghakiminya, melainkan memberinya semangat dan bimbingan untuk mencoba lagi. Pelajaran tentang harapan ditanamkan melalui doa bersama saat menghadapi masa-masa sulit atau saat mendoakan teman yang sakit. Siswa belajar bahwa iman memberikan kekuatan untuk bangkit dari kegagalan dan menghadapi masa depan dengan optimisme. 5. Pelajaran tentang Syukur dan Apresiasi Keindahan Di tengah dunia yang serba cepat, pelajaran untuk berhenti sejenak dan bersyukur menjadi sangat penting. Ini diajarkan melalui doa singkat sebelum dan sesudah belajar, mengucap syukur atas ilmu dan kebersamaan hari itu. Pelajaran ini juga hadir dalam bentuk apresiasi terhadap keindahan—merawat taman sekolah agar tetap asri, menjaga kebersihan kelas, atau mengagumi karya seni teman. Siswa belajar untuk tidak menganggap remeh berkat-berkat kecil dalam hidup. Dampak Jangka Panjang yang Tak Ternilai Pengetahuan akademis bisa saja terlupakan atau menjadi usang seiring waktu. Namun, pelajaran dari kurikulum tak tertulis ini akan terus melekat. Integritas, welas asih, rasa hormat, ketangguhan, dan rasa syukur adalah nilai-nilai yang akan membentuk cara seorang individu berinteraksi dengan dunia, membuat keputusan, dan menjalani kehidupannya kelak. Inilah fondasi yang sesungguhnya dari seorang pribadi yang utuh. Penutup Saat Anda sebagai orang tua mencari sekolah terbaik, cobalah untuk melihat lebih dari sekadar daftar peringkat atau fasilitas yang ditawarkan. Cobalah untuk merasakan atmosfernya, mengamati interaksi di dalamnya, dan bertanya tentang budayanya. Karena seringkali, pelajaran hidup paling berharga justru ditemukan dalam kurikulum yang tak tertulis. Sekolah Katolik di Yogyakarta, dengan komitmennya pada pendidikan holistik, secara sadar menjadikan kurikulum tak tertulis ini sebagai jantung dari proses pendidikannya, memastikan setiap siswa pulang bukan hanya dengan kepala yang lebih pintar, tetapi juga dengan hati yang lebih luhur. Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Lebih dari Sekadar Kemenangan: Membangun Sportivitas, Kerja Sama, dan Karakter di Lapangan Olahraga Sekolah Katolik Yogyakarta

Lebih dari Sekadar Kemenangan: Membangun Sportivitas, Kerja Sama, dan Karakter di Lapangan Olahraga Sekolah Katolik Yogyakarta June 16, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Donasi Sorak-sorai penonton, deru napas para pemain, dan tetesan keringat perjuangan di lapangan—dunia olahraga adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan sekolah yang dinamis. Di sekolah-sekolah Katolik Yogyakarta, kegiatan olahraga dan kompetisi dipandang lebih dari sekadar ajang untuk meraih kemenangan atau piala. Lapangan basket, lapangan sepak bola, atau arena atletik adalah sebuah “kelas” besar di alam terbuka, tempat nilai-nilai fundamental seperti sportivitas, kerja sama, dan karakter luhur ditempa secara nyata. Olahraga sebagai Sekolah Karakter Pendidikan Katolik percaya bahwa tubuh adalah bait Roh Kudus yang perlu dijaga dan dikembangkan. Olahraga adalah sarana yang sangat baik untuk itu. Namun, manfaatnya jauh melampaui kesehatan fisik. Melalui olahraga, sekolah secara aktif menanamkan berbagai karakter penting: Sportivitas dan Kejujuran: Ini adalah nilai utama. Siswa diajarkan untuk bermain sesuai aturan, menghormati keputusan wasit, dan yang terpenting, menghargai lawan. Menang dengan cara yang tidak jujur tidak ada artinya, sementara menerima kekalahan dengan lapang dada adalah tanda dari jiwa yang besar. Kerja Keras dan Ketekunan: Tidak ada kemenangan yang datang secara instan. Siswa belajar bahwa untuk mencapai prestasi, diperlukan latihan yang rutin, disiplin, kerja keras, dan semangat pantang menyerah. Pelajaran tentang ketekunan ini sangat relevan untuk semua aspek kehidupan. Kerja Sama Tim (Teamwork): Dalam olahraga beregu, tidak ada “pemain bintang” yang bisa menang sendirian. Siswa belajar untuk menyingkirkan ego pribadi, berkomunikasi secara efektif, mempercayai rekan satu tim, dan bekerja sama demi tujuan bersama. Ini adalah simulasi mini dari kehidupan bermasyarakat dan dunia kerja. Kerendahan Hati dalam Kemenangan, Ketangguhan dalam Kekalahan: Siswa dibimbing untuk merayakan kemenangan dengan rasa syukur dan tanpa kesombongan. Sebaliknya, saat mengalami kekalahan, mereka diajarkan untuk tidak saling menyalahkan, melainkan melakukan evaluasi, belajar dari kesalahan, dan bangkit kembali dengan semangat yang lebih kuat. Peran Pelatih sebagai Pendidik Pelatih tim olahraga di sekolah Katolik Yogyakarta seringkali adalah para guru sendiri. Peran mereka ganda: sebagai pelatih teknis dan sebagai pendidik karakter. Mereka tidak hanya fokus pada strategi permainan, tetapi juga secara konsisten mengingatkan dan meneladankan nilai-nilai sportivitas. Pelatih menjadi figur penting yang membentuk sikap dan mentalitas para atlet muda, memastikan bahwa tujuan utama dari olahraga adalah pertumbuhan pribadi, bukan semata-mata piala. Semangat “Age Quod Agis” di Lapangan Semangat “Age Quod Agis” yang sering dihidupi di lingkungan pendidikan Katolik—yang berarti “Lakukanlah apa yang sedang engkau lakukan dengan sungguh-sungguh”—sangat terasa di lapangan olahraga. Siswa diajak untuk memberikan yang terbaik dari diri mereka, berjuang dengan segenap hati, dan menghormati setiap momen dalam pertandingan sebagai kesempatan untuk bertumbuh. Penutup Di sekolah Katolik Yogyakarta, setiap dribel bola, setiap ayunan raket, dan setiap lari sprint adalah pelajaran berharga. Kemenangan memang manis, tetapi pembentukan karakter yang sportif, tangguh, dan mampu bekerja sama jauh lebih abadi. Sekolah berkomitmen untuk mencetak atlet-atlet muda yang tidak hanya berprestasi di papan skor, tetapi juga menjadi juara dalam kehidupan, pribadi-pribadi yang membawa semangat fair play dan integritas dari lapangan olahraga ke tengah masyarakat. Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Kanvas dan Harmoni: Bagaimana Seni, Musik, dan Drama Menjadi Sarana Ekspresi Iman di Sekolah Katolik Yogyakarta

Kanvas dan Harmoni: Bagaimana Seni, Musik, dan Drama Menjadi Sarana Ekspresi Iman di Sekolah Katolik Yogyakarta June 16, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Yayasan 12 Donasi Pendidikan seringkali diidentikkan dengan sains, matematika, dan ilmu-ilmu eksak. Namun, sekolah-sekolah Katolik di Yogyakarta memegang keyakinan bahwa pendidikan yang utuh juga harus menyentuh jiwa dan rasa, dan salah satu jembatan terbaik untuk itu adalah melalui seni. Di sini, seni—baik itu seni rupa, musik, maupun drama—bukanlah sekadar mata pelajaran tambahan atau kegiatan pengisi waktu luang. Ia adalah kanvas dan harmoni, sebuah sarana vital bagi siswa untuk mengekspresikan diri, mengapresiasi keindahan, dan pada akhirnya, merayakan iman mereka. Seni sebagai Cerminan Keindahan Ilahi Dalam teologi Katolik, keindahan (via pulchritudinis) adalah salah satu jalan menuju Tuhan. Ciptaan alam semesta, harmoni dalam musik, keindahan dalam lukisan, semuanya dipandang sebagai jejak-jejak keindahan Sang Pencipta. Sekolah Katolik menanamkan perspektif ini kepada para siswanya. Melalui pendidikan seni, siswa diajak untuk tidak hanya menjadi terampil secara teknis, tetapi juga untuk memiliki kepekaan rasa dan kemampuan untuk melihat serta mengapresiasi keindahan dalam berbagai bentuknya. Musik dan Paduan Suara: Harmoni yang Memuji Tuhan Musik memiliki kekuatan luar biasa untuk menyentuh hati dan mengangkat jiwa. Di sekolah Katolik Yogyakarta, musik memegang peranan penting: Paduan Suara dan Koor: Kegiatan ini tidak hanya melatih teknik vokal dan kemampuan membaca not balok, tetapi juga mengajarkan tentang harmoni, kerjasama, dan disiplin. Paduan suara sekolah seringkali menjadi tulang punggung dalam setiap perayaan liturgi (Misa sekolah), memperindah ibadah dan membantu seluruh komunitas untuk berdoa melalui lagu. Ansambel Musik (Angklung/Gamelan): Pengenalan alat musik tradisional seperti angklung atau gamelan menjadi cara indah untuk merajut iman dengan budaya lokal. Siswa belajar bahwa iman dapat diekspresikan melalui berbagai medium budaya. Band Rohani: Bagi siswa yang meminati musik modern, band rohani menjadi wadah untuk menyalurkan bakat sambil menyanyikan lagu-lagu pujian dengan aransemen yang relevan dengan dunia mereka. Seni Rupa: Menuangkan Iman dalam Goresan dan Bentuk Melalui pelajaran seni rupa atau ekstrakurikuler melukis, menggambar, dan membuat kerajinan tangan, siswa diberikan kebebasan untuk berekspresi secara visual. Seringkali, tema-tema yang diangkat berkaitan dengan kisah-kisah Kitab Suci, figur orang kudus, atau nilai-nilai Kristiani. Sebuah lukisan tentang “Anak yang Hilang” atau sebuah diorama gua Natal hasil karya siswa menjadi wujud konkret dari refleksi iman mereka. Proses kreatif ini membantu siswa untuk menginternalisasi cerita dan nilai-nilai iman secara lebih personal dan mendalam. Drama dan Teater: Menghidupkan Kisah dan Nilai Drama adalah sarana yang sangat efektif untuk pembelajaran karakter dan empati. Melalui seni peran, siswa belajar untuk “masuk” ke dalam karakter lain, memahami perasaan dan sudut pandang mereka. Sekolah Katolik seringkali memanfaatkan drama untuk: Visualisasi Kisah Sengsara Yesus (Tablo): Menjelang Paskah, pementasan tablo menjadi sebuah tradisi yang kuat, sebuah katekese hidup yang sangat menyentuh bagi para pemain maupun penonton. Pementasan Kisah-kisah Inspiratif: Mementaskan drama tentang kehidupan para santo/santa atau cerita-cerita yang mengandung pesan moral yang kuat, menjadi cara yang menghibur sekaligus mendidik. Membangun Kepercayaan Diri: Seni peran melatih keberanian, kemampuan berbicara di depan umum, dan kerja sama tim. Penutup Pendidikan seni di sekolah Katolik Yogyakarta melampaui sekadar pengembangan bakat. Ia adalah sebuah undangan bagi setiap siswa untuk menemukan dan mengekspresikan sisi terdalam dari diri mereka, untuk mengapresiasi keindahan ciptaan, dan untuk menemukan cara-cara baru yang kreatif dalam menghayati dan mewartakan iman mereka. Melalui kanvas dan harmoni, kuas dan nada, gerak dan kata, siswa belajar bahwa iman bisa dirayakan dengan penuh warna, sukacita, dan keindahan. Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Membentuk Pribadi Beriman, Cerdas, Mandiri, dan Berwawasan Global di TK Indriyasana Pugeran, Yogyakarta

Membentuk Pribadi Beriman, Cerdas, Mandiri, dan Berwawasan Global di TK Indriyasana Pugeran, Yogyakarta June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Memilih taman kanak-kanak adalah tentang menanam benih untuk masa depan. Ini adalah masa di mana anak tidak hanya belajar mengenal huruf dan angka, tetapi juga membentuk dasar-dasar karakter, kemandirian, dan cara pandang mereka terhadap dunia. Menjawab kebutuhan akan pendidikan yang utuh ini, TK Indriyasana Pugeran dengan bangga membuka pintu bagi para calon siswa baru untuk bergabung dalam komunitas belajar yang inspiratif. Menyambut Tahun Ajaran baru 2025-2026, TK Indriyasana Pugeran mengundang Bapak/Ibu untuk menemukan lingkungan pendidikan yang ideal bagi putra-putri Anda, yang berlandaskan pada empat pilar utama: Beriman, Cerdas, Mandiri, dan Berwawasan Global. Empat Pilar Pendidikan di TK Indriyasana Pugeran Visi pendidikan di TK Indriyasana Pugeran secara jelas tercermin dalam empat pilar yang menjadi fondasi bagi setiap kegiatan pembelajaran: Beriman: Iman menjadi napas dalam kehidupan sekolah. Anak-anak diajak untuk mengenal Tuhan dan Bunda Maria melalui doa, lagu pujian, dan kegiatan rohani yang menyenangkan. Seperti yang terlihat dalam kegiatan di depan Gua Maria dan tugas koor di gereja, siswa belajar untuk berani tampil, melayani, dan menghayati iman mereka dalam tindakan nyata. Cerdas: Kecerdasan siswa distimulasi melalui berbagai pendekatan. Selain pembelajaran di kelas, ekstrakurikuler seperti Sempoa melatih kemampuan berhitung dan logika. Prestasi gemilang, seperti menjuarai Lomba Drumband, membuktikan bahwa kecerdasan musikal dan kerja sama tim juga diasah dengan sangat baik di sini. Mandiri: Kemandirian adalah keterampilan hidup yang sangat penting. Melalui kegiatan praktis dan seru seperti Cooking Class, anak-anak belajar mengikuti instruksi, mengerjakan tugas sederhana, dan merasakan kebanggaan atas hasil karya mereka sendiri. Ini adalah cara yang efektif untuk membangun rasa percaya diri dan tanggung jawab sejak dini. Berwawasan Global: Di dunia yang semakin terhubung, penguasaan bahasa asing adalah kunci. Dengan adanya ekstrakurikuler Bahasa Inggris, siswa mulai diperkenalkan dengan bahasa global, membuka jendela mereka menuju dunia yang lebih luas dan mempersiapkan mereka untuk jenjang pendidikan selanjutnya. Wadah Pengembangan Bakat yang Lengkap dan Menarik TK Indriyasana Pugeran percaya bahwa setiap anak adalah unik dengan bakatnya masing-masing. Oleh karena itu, sekolah menyediakan beragam pilihan kegiatan ekstra untuk menampung dan mengembangkan potensi mereka, antara lain: Bina Vocal: Mengasah kemampuan olah vokal dan keberanian tampil. Drumband: Membangun kekompakan, disiplin, dan meraih prestasi bersama. Seni Tari & Seni Lukis: Menjadi kanvas bagi kreativitas dan ekspresi diri anak. Bahasa Inggris & Sempoa: Membekali anak dengan keterampilan kognitif dan linguistik yang esensial. Mari Bergabung dengan Keluarga Besar TK Indriyasana Pugeran! Pendaftaran untuk Tahun Ajaran 2025-2026 kini telah dibuka. Berikan putra-putri Anda kesempatan untuk bertumbuh dalam lingkungan yang tidak hanya mencerdaskan, tetapi juga membentuk karakter, menumbuhkan iman, dan memperluas wawasan mereka. Informasi Pendaftaran: Untuk informasi lebih lanjut mengenai prosedur pendaftaran, jadwal, dan hal lainnya, jangan ragu untuk menghubungi kontak person kami: Bu Uut: 082132752700 Pak Hari: 08562851495 Jadilah bagian dari komunitas pendidikan TK Indriyasana Pugeran yang hangat dan berprestasi. Kami siap menyambut putra-putri Anda dan membimbing mereka dalam langkah pertama perjalanan pendidikan mereka yang gemilang. Untuk melihat lebih banyak kegiatan seru dan informasi terbaru, Anda juga dapat mengikuti media sosial kami: Instagram Facebook Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Terakreditasi A! TK Indriyasana Baciro Siap Cetak Generasi Cerdas, Terampil, dan Berkarakter

Terakreditasi A! TK Indriyasana Baciro Siap Cetak Generasi Cerdas, Terampil, dan Berkarakter June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Mencari sekolah taman kanak-kanak (TK) dengan kualitas teruji adalah impian setiap orang tua. Sebuah sekolah yang tidak hanya menjadi tempat bermain, tetapi juga menjadi fondasi kokoh bagi masa depan anak. Kabar gembira datang dari TK Indriyasana Baciro, Yogyakarta, yang dengan bangga menyandang predikat Terakreditasi A dan kini secara resmi telah membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB INBA) untuk tahun ajaran mendatang! Di bawah naungan Yayasan Dharma Ibu Yogyakarta, TK Indriyasana Baciro berkomitmen untuk mewujudkan visinya: membentuk generasi yang “Cerdas, Terampil, dan Berkarakter”. Ini adalah undangan bagi para orang tua untuk menjadi bagian dari sebuah komunitas pendidikan yang berkualitas, dinamis, dan penuh kasih. Pendidikan Holistik yang Menjawab Tantangan Zaman TK Indriyasana Baciro memahami bahwa anak-anak masa kini perlu dibekali dengan beragam kemampuan. Oleh karena itu, kurikulum dan kegiatan yang ditawarkan dirancang secara seimbang untuk mengasah setiap aspek perkembangan anak: Cerdas: Kecerdasan logika dan kognitif distimulasi melalui kegiatan yang menyenangkan seperti Sempoa. Lebih dari itu, sekolah ini sudah mengenalkan anak pada dunia digital sejak dini melalui pelajaran Komputer dan bahkan Robotic untuk tingkat TK! Ini adalah sebuah keunggulan yang mempersiapkan anak menjadi generasi yang melek teknologi. Terampil: Bakat dan keterampilan anak diasah melalui segudang kegiatan dan ekstrakurikuler. Mulai dari seni tradisional seperti Menari dan Angklung, hingga seni modern seperti Modern Dance dan Vocal. Keterampilan motorik halus juga dikembangkan melalui kegiatan Melukis. Kepercayaan diri siswa bahkan telah terbukti melalui kesempatan Siaran di RRI, sebuah pengalaman yang luar biasa bagi anak usia dini! Berkarakter: Fondasi utama pendidikan di sini adalah pembentukan karakter. Melalui kegiatan Pendampingan Iman Anak, Novena 3 Salam Maria setiap Selasa kedua, dan aksi “Berbagi Kasih”, anak-anak belajar tentang empati, kepedulian, rasa syukur, dan nilai-nilai spiritual. Kegiatan sederhana seperti Makan Bersama juga menjadi momen untuk belajar berbagi dan bersosialisasi dengan baik. Ragam Kegiatan Unggulan yang Seru dan Mendidik Selain ekstrakurikuler yang beragam, proses belajar di TK Indriyasana Baciro diperkaya dengan berbagai kegiatan unggulan yang membuat anak selalu antusias untuk bersekolah: Outing Class: Belajar tidak harus selalu di dalam ruangan. Anak-anak diajak untuk mengenal lingkungan sekitar secara langsung. Outbound: Melatih keberanian, ketangkasan fisik, dan kemampuan bekerja sama dalam tantangan yang seru. Parent Teaching: Sebuah program hebat yang melibatkan orang tua secara langsung dalam proses belajar, mempererat sinergi antara rumah dan sekolah. Daftarkan Segera! Bergabunglah dengan Keluarga Besar TK Indriyasana Baciro Pendaftaran untuk calon murid baru kini telah dibuka! Jangan lewatkan kesempatan untuk memberikan pendidikan terbaik di masa emas putra-putri Anda. Waktu Pendaftaran: Senin – Jumat, pukul 08.00 – 13.00 WIB Cara Mendaftar: Pindai (scan) QR Code yang tertera pada flyer untuk melakukan pendaftaran awal secara online, atau datang langsung ke sekolah. Informasi Lebih Lanjut: Alamat: Jl. Melati Wetan No. 47, Baciro, Gondokusuman, Yogyakarta Email: indriyasanabaciro@gmail.com Instagram & YouTube: TK Indriyasana Baciro Dengan akreditasi A yang terjamin, program yang inovatif, dan komitmen pada pembentukan karakter, TK Indriyasana Baciro adalah pilihan tepat untuk masa depan cerah putra-putri Anda. Segera hubungi kami dan daftarkan anak Anda! Untuk melihat lebih banyak kegiatan seru dan informasi terbaru, Anda juga dapat mengikuti media sosial kami: Instagram Facebook Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Satu Hari di Sekolah Katolik Yogyakarta: Kisah dari Bel Pagi hingga Sore Hari

Satu Hari di Sekolah Katolik Yogyakarta: Kisah dari Bel Pagi hingga Sore Hari June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Seringkali, nilai-nilai luhur dan kualitas pendidikan sebuah sekolah terasa abstrak. Namun, semua itu menjadi nyata dalam rutinitas sehari-hari yang dialami oleh para siswanya. Mari kita ikuti kisah satu hari dari seorang siswa fiktif bernama “Bima”, seorang siswa kelas 5 di salah satu SD Katolik di Yogyakarta, untuk melihat bagaimana iman, ilmu, dan karakter dirajut dalam setiap momen, dari bel pagi hingga sore hari. Pagi Hari: Doa, Sapa, dan Semangat Belajar 06.45: Bima tiba di gerbang sekolah. Senyum hangat dari Bapak Satpam dan sapaan “Selamat pagi, Bima!” dari beberapa guru yang piket menyambutnya. Ini adalah pembiasaan sederhana yang menanamkan rasa hormat dan dihargai. Sebelum masuk kelas, Bima dan teman-temannya berbaris rapi di depan kelas, menyalami wali kelas mereka. 07.00: Bel berbunyi. Seluruh sekolah hening sejenak. Melalui pengeras suara pusat, terdengar lagu pujian singkat, dilanjutkan dengan doa pagi bersama dan renungan singkat yang dibawakan oleh salah satu guru. Momen ini mengajarkan Bima untuk selalu mengawali hari dengan bersyukur dan menyerahkan segala aktivitas kepada Tuhan. 07.15 – 12.00: Jam pelajaran dimulai. Di kelas Matematika, Bima belajar tentang pecahan, tetapi Bu Guru juga mengingatkannya tentang pentingnya “berbagi secara adil” seperti konsep pecahan. Di kelas IPA, saat mempelajari ekosistem, ia diajak untuk merenungkan keagungan ciptaan Tuhan dan tanggung jawab manusia untuk menjaganya. Pembelajaran tidak hanya tentang rumus dan fakta, tetapi juga tentang makna di baliknya. Saat istirahat, Bima dan teman-temannya berlarian di halaman, belajar berbagi bekal, dan menyelesaikan perselisihan kecil dengan bimbingan guru piket yang mengajarkan tentang permintaan maaf dan pengampunan. Siang Hari: Refleksi, Makan Siang, dan Pengembangan Diri 12.00: Tepat tengah hari, lonceng gereja di dekat sekolah berdentang. Seluruh aktivitas berhenti sejenak untuk Doa Malaikat Tuhan (Angelus). Ini adalah momen singkat untuk kembali mengingat kehadiran Tuhan di tengah kesibukan mereka. 12.15: Waktu makan siang. Bima dan teman-temannya berdoa bersama sebelum makan, sebuah pembiasaan untuk selalu bersyukur atas rezeki yang mereka terima. Mereka belajar untuk makan dengan tertib dan membersihkan sisa makanan mereka sendiri, sebuah pelajaran sederhana tentang tanggung jawab. 13.00 – 14.30: Pelajaran sore hari seringkali diisi dengan kegiatan yang lebih dinamis. Hari ini, Bima memiliki pelajaran Seni Budaya. Ia belajar memainkan beberapa nada sederhana pada gamelan. Ia tidak hanya belajar tentang alat musik tradisional, tetapi juga tentang pentingnya harmoni, kesabaran, dan kerja sama tim untuk menghasilkan suara yang indah—sebuah cerminan dari kehidupan berkomunitas. Sore Hari: Ekstrakurikuler dan Pulang dengan Gembira 14.30: Bel pulang berbunyi. Bagi Bima yang mengikuti ekstrakurikuler, petualangan belum berakhir. Ia bergegas ke lapangan untuk latihan sepak bola. Pelatihnya, yang juga salah satu guru, tidak hanya mengajarkan teknik menendang bola, tetapi juga pentingnya sportivitas, kerja keras, dan cara menerima kemenangan dengan rendah hati serta kekalahan dengan lapang dada. 16.00: Latihan selesai. Sebelum pulang, Bima dan timnya berdoa singkat, mengucap syukur atas latihan hari itu. Dengan wajah lelah namun ceria, ia meninggalkan sekolah, membawa pulang bukan hanya pengetahuan akademis, tetapi juga pelajaran berharga tentang iman, karakter, dan kehidupan. Penutup Kisah Bima adalah cerminan dari ribuan siswa lain di sekolah-sekolah Katolik Yogyakarta. Satu hari di sekolah mereka bukanlah sekadar rangkaian mata pelajaran, melainkan sebuah perjalanan holistik di mana setiap interaksi, setiap kegiatan, dan setiap momen menjadi kesempatan untuk bertumbuh menjadi pribadi yang cerdas, beriman, dan berbudi pekerti luhur. Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Testimonial Victoria Martha Laura Alone sebagai Volunteer Akun Sosial Media Cerita Kasih

Testimonial Victoria Martha Laura Alone sebagai Volunteer Akun Sosial Media Cerita Kasih June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Halo! Nama saya Victoria Martha Laura Alone biasa dipanggil Vira. Saya adalah salah satu relawan di CeritaKasih.net, sebuah ruang berbagi cerita kebaikan yang dikelola oleh Yayasan Dua Belas. Saya berasal dari Sedjiwa Creative Agency, agensi yang fokus membantu klien menciptakan konten bermakna. Dalam perjalanan saya sebagai relawan, saya dipercaya untuk membantu produksi dan pengelolaan konten untuk media sosial Cerita Kasih, seperti TikTok, Instagram, dan Facebook. Tugas saya beragam, mulai dari meliput kegiatan sekolah hingga mengedit video untuk dibagikan ke publik. Beberapa tempat yang saya kunjungi di antaranya TK Indriyasana Maria Assumpta Kumetiran, SD Kanisius Demangan Baru, dan TK Indriyasana Mlati III. Di setiap lokasi, saya melihat langsung bagaimana pendidikan, kasih, dan semangat tumbuh bersama dalam aktivitas sederhana sehari-hari. Saya melihat bagaimana para guru dengan penuh dedikasi membimbing murid-muridnya. Saya mendengar tawa anak-anak yang tulus, menyaksikan semangat mereka saat belajar, bermain, dan berdoa bersama. Setiap momen itu saya abadikan lewat kamera dan kemudian saya olah menjadi video singkat yang bisa dibagikan ke publik bukan sekadar untuk ditonton, tapi untuk dirasakan. Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang menghasilkan konten, tapi tentang menyuarakan hal-hal baik yang seringkali luput dari perhatian. Tentang menyampaikan pesan sederhana bahwa kebaikan itu ada, tumbuh, dan bisa dibagikan dengan cara yang menyentuh hati banyak orang. Menjadi relawan di Cerita Kasih membuat saya lebih peka, lebih bersyukur, dan lebih semangat untuk terus berbagi. Di sini, saya merasa setiap tenaga, waktu, dan keterampilan yang saya berikan punya arti. Saya tidak hanya belajar soal kerja kreatif, tapi juga belajar soal makna tentang empati, harapan, dan cinta yang nyata. Jika kamu sedang mencari tempat untuk belajar, berbagi, dan bertumbuh bersama, saya dengan tulus mengajak kamu untuk bergabung bersama Cerita Kasih. Di sini, kamu akan menemukan lingkungan yang hangat, tim yang suportif, dan kesempatan untuk menjadi bagian dari gerakan kebaikan yang nyata. Sekecil apapun peranmu, itu tetap berarti. Karena pada akhirnya, setiap cerita kebaikan layak untuk disuarakan. Dan mungkin, cerita berikutnya bisa datang darimu! Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Testimonial Clarence Marcella Yudhinata sebagai Volunteer Akun Sosial Media Cerita Kasih

Testimonial Clarence Marcella Yudhinata sebagai Volunteer Akun Sosial Media Cerita Kasih June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Yang paling membuat saya bersyukur selama menjalani kegiatan perkuliahan di semester 6 adalah kesempatan untuk bekerja sama dengan Yayasan 12. Melalui kerjasama ini, saya belajar banyak tentang arti kasih, di mana saya benar-benar melihat dan merasakannya secara nyata, khususnya dalam konteks pendidikan. Yayasan 12 mengajarkan saya bahwa kasih bisa hadir dalam bentuk perhatian, dedikasi, dan komitmen untuk terus memberi yang terbaik bagi sesama. Itu sangat menyentuh hati saya. Selama menjalani peran ini, saya mendapat banyak pengalaman yang memperkaya diri saya. Saya pernah meliput berbagai sekolah Katolik, membuat artikel untuk website, dan bahkan diundang menjadi pembicara kuliah tamu untuk membawakan materi tentang media sosial dalam mata kuliah Masyarakat Digital bagi mahasiswa Teknik Industri angkatan 2024. Semua kesempatan itu memberi ruang bagi saya untuk berbagi sekaligus belajar dari lingkungan yang dinamis dan penuh semangat. Dari semua proses ini, saya belajar bahwa yang paling penting bukan hanya hasil akhir, tapi nilai-nilai yang kita bawa dan sebarkan. Saya semakin memahami arti dari menyebar kasih, membangun kebersamaan, dan menciptakan dampak positif lewat hal-hal sederhana. Rasanya luar biasa bisa menjadi bagian dari sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Saya bersyukur atas setiap momen, tantangan, dan pelajaran yang datang. Semua ini bukan hanya memperkaya karier saya, tapi juga membentuk saya sebagai pribadi yang lebih peduli dan sadar akan pentingnya kasih dalam setiap aspek kehidupan. Terima kasih banyak Yayasan 12 atas pengalaman berharga ini. Hormat saya, Clarence Marcella Yudhinata Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Kesan Selama Berkerjasama dengan Yayasan Dua Belas

Kesan Selama Berkerjasama dengan Yayasan Dua Belas June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Kerja sama kami dengan Yayasan 12 adalah perjalanan yang membuka mata dan hati. Dari satu sekolah ke sekolah lainnya, kami bukan hanya meliput kegiatan namun menyaksikan harapan tumbuh lewat senyuman anak-anak. Setiap kunjungan membawa cerita tawa sederhana, semangat belajar, dan impian yang besar meski datang dari ruang kelas yang kecil. Kamera kami merekam lebih dari gambar ia menangkap makna. Terima kasih Yayasan 12, telah memberi ruang bagi kami untuk menjadi bagian dari misi ini. Semoga langkah kecil ini terus menginspirasi dan memberi dampak yang lebih luas. -Marvin- Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Pengalaman Berharga Selama di Yayasan 12

Pengalaman Berharga Selama di Yayasan 12 June 13, 2025 Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Beranda Tentang Kami Cerita Kami Cerita Kasih Cerita Alumni Artikel Sekolah Mitra SD Kanisius Demangan Baru 1 TK Indriyasana Maria Assumpta​ TK Indriyasana Utama Kota Gede TK Indriyasana Baciro SMA Stella Duce Bambanglipuro TK Indriyasana 3 Mlati TK Indriyasana Tegalrejo TK Indriyasana Pugeran Kontak Relawan Tentang Relawan dan Staff Magang Pendaftaran Donasi Kolaborasi kami dengan Yayasan 12 bukan sekadar perjalanan kerja sama, tetapi adalah pengalaman penuh makna yang membekas dalam hati. Setiap langkah bersama membuka lembaran baru tentang pentingnya empati, semangat berbagi, dan kekuatan pendidikan. Selama kerja sama ini, saya tidak hanya bertukar ide, tetapi juga menyatukan nilai dan visi. Yayasan 12 hadir bukan hanya sebagai mitra, tapi sebagai keluarga yang percaya bahwa perubahan bisa dimulai dari ruang kelas dari anak-anak yang bermimpi besar di balik seragam sederhana. Meliput kegiatan di berbagai sekolah menjadi pengalaman emosional tersendiri. Di balik kamera, kami melihat lebih dari sekadar wajah-wajah ceria. Kami menyaksikan harapan tumbuh, semangat belajar yang menyala, dan tawa yang begitu tulus. Setiap sekolah punya cerita, dan setiap anak punya mimpi. Tugas kami adalah menjadikannya terlihat dan terdengar. Ada kehangatan yang tidak bisa diukur dari momen saat anak-anak tersenyum malu-malu ke arah kamera, atau ketika mereka dengan bangga menunjukkan karya dan cita-cita mereka. Itulah momen-momen yang mengingatkan kami, mengapa kami melakukan ini semua. Kerja sama dengan Yayasan 12 adalah sebuah kehormatan dan menjadi saksi atas dampak nyata di lapangan adalah anugerah. Kami pulang bukan hanya membawa dokumentasi, tapi juga hati yang penuh. Terima kasih, Yayasan 12 banyak ilmu yang saya dapat didalamnya. Terima kasih anak-anak hebat di sekolah-sekolah yang telah membuka pintu dan cerita untuk kami. Semoga kita terus bisa berjalan bersama, membawa cahaya ke ruang-ruang belajar lainnya. Salam hangat Evelyn Kontak Cerita Kasih  Oleh Yayasan DuaBelas Cahaya Kasih No HP: 081904104102 Email: admin@ceritakasih.net Web: CeritaKasih.net

Donation@2024. All rights reserved
Design by WPDeveloper